banner 728x250

Semarak Ruwat Bumi Desa Jatingarang, Gunungan Hasil Bumi Diarak sebagai Wujud Syukur dan Kebersamaan

banner 120x600
banner 468x60

Semarak Ruwat Bumi Desa Jatingarang, Gunungan Hasil Bumi Diarak sebagai Wujud Syukur dan Kebersamaan

Pemalang,Rajawalinusantaratv.id
— Tradisi Ruwat Bumi kembali digelar dengan khidmat dan meriah oleh warga Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Minggu (26/4/2026).

banner 325x300

Kegiatan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah serta keselamatan seluruh warga desa.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam menyukseskan tradisi tahunan tersebut. Ruwat Bumi bukan sekadar seremoni budaya, melainkan juga cerminan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat.

Prosesi utama ditandai dengan karnaval gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi desa. Warga dari berbagai kalangan berkumpul di lapangan voli untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat. Gunungan yang berisi aneka hasil pertanian menjadi simbol kemakmuran sekaligus harapan akan keberkahan di masa mendatang.

Selain sebagai ungkapan syukur, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjaga kearifan lokal, serta mengedukasi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan budaya Jawa.

Kepala Desa Jatingarang, Anjang Tyas Asmara, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
“Atas nama Pemerintah Desa Jatingarang, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh warga yang telah saiyeg saeka praya, bergotong royong baik tenaga, pikiran, maupun dana, sehingga Ruwat Bumi ini dapat terlaksana dengan baik. Tanpa kebersamaan, kegiatan ini hanya akan menjadi wacana,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mari kita rawat alam, jaga sumber air, serta didik anak-anak kita agar bangga terhadap budayanya sendiri. Desa yang maju adalah desa yang tidak melupakan asal-usulnya,” tegas Anjang.

Sebagai penutup rangkaian acara, pada malam harinya digelar pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Mangun Yuwono, S.Sn, dengan lakon Wahyu Katentreman. Diharapkan, melalui pagelaran tersebut, masyarakat Desa Jatingarang senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, kehidupan yang rukun, serta ketenteraman.

(Kang Sahuri)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *