Pemalang — rajawalinusantaratv.id – Jum’at pagi (22/5), beredar surat audiensi dari organisasi Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Pemalang yang ditujukan kepada Kepala Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan.
Audiensi tersebut rencananya digelar sebagai bentuk tindak lanjut atas viralnya informasi di media sosial terkait dugaan perlakuan arogan Kepala Desa Panjunan terhadap salah satu warga beberapa waktu lalu.
Munculnya surat audiensi tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama warga Kecamatan Petarukan. Pasalnya, persoalan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dinilai telah menimbulkan keresahan dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Namun, audiensi yang dijadwalkan berlangsung pada hari itu akhirnya gagal dilaksanakan.
Berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak SAPMA PP Kabupaten Pemalang, batalnya kegiatan tersebut dikarenakan Kepala Desa Panjunan sedang dalam kondisi sakit dan tidak memungkinkan untuk menerima audiensi.
Eky Diantara selaku penasihat SAPMA PP Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa langkah audiensi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat serta upaya menjaga etika kepemimpinan di tingkat desa.
“Kami melakukan audiensi ini karena kami menilai tindakan dan perilaku Kepala Desa Panjunan tersebut sudah sangat tidak mencerminkan sosok kepala desa yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Apalagi dalam video maupun informasi yang beredar, terkesan ada sikap menantang warga untuk melaporkan dirinya,” ujar Eky.
Ia menegaskan bahwa gagalnya audiensi hari ini bukan berarti persoalan selesai begitu saja. Menurutnya, SAPMA PP tetap akan mengawal persoalan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami memahami kondisi Kepala Desa yang sedang kurang sehat. Tetapi audiensi ini tetap akan kami lanjutkan. Dalam waktu dekat kami akan kembali mengirimkan surat audiensi yang baru agar persoalan ini bisa dibicarakan secara terbuka dan menemukan solusi yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh tim media, Kepala Desa Panjunan, Suharno, membenarkan bahwa dirinya sedang dalam kondisi kurang sehat sehingga belum dapat menghadiri audiensi tersebut.
Ia juga menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan Camat Petarukan terkait surat audiensi dari SAPMA PP Kabupaten Pemalang.
Polemik yang berkembang di tengah masyarakat ini diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana dan mengedepankan komunikasi yang baik antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Banyak pihak berharap agar kepala desa sebagai pemimpin wilayah mampu menjadi teladan, menjaga hubungan harmonis dengan warga, serta terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat.
Di akhir keterangannya, Eky juga menegaskan bahwa SAPMA PP tidak memiliki kepentingan politik ataupun tendensi tertentu terhadap Desa Panjunan.
“Kami tidak tendensius hanya kepada Desa Panjunan. Ini tidak ada kaitannya dengan politik apa pun. Siapapun masyarakat yang merasa perlu dibantu menyuarakan aspirasi ataupun mengalami ketidakadilan, akan kami dampingi dimanapun dan kepada siapapun,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu jadwal lanjutan audiensi yang rencananya akan kembali diajukan oleh SAPMA PP Kabupaten Pemalang dalam waktu dekat. (Halim)















