banner 728x250

Penggabungan Wisuda dan Pengukuhan Guru Besar Dinilai Efektif, Dosen Ekonomi: “Selama Sakralitas Terjaga, Justru Menginspirasi Lulusan”

banner 120x600
banner 468x60

Penggabungan Wisuda dan Pengukuhan Guru Besar Dinilai Efektif, Dosen Ekonomi: “Selama Sakralitas Terjaga, Justru Menginspirasi Lulusan”

Media Rajawalinusantara TV

banner 325x300

– Pagi ini, 26 November 2025, menjadi momen bersejarah bagi Muh Hakim Azizi. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia menyaksikan penyelenggaraan wisuda yang digelar bersamaan dengan pengukuhan Guru Besar (PGB). Menurutnya, penempatan prosesi PGB dalam rangkaian acara wisuda menghadirkan simbol kuat bagi dunia akademik. Para lulusan dapat melihat langsung figur akademisi yang telah mencapai puncak karier dosen, sehingga menjadi inspirasi yang relevan bagi masa depan mereka.

 

Sebagai seorang dosen ekonomi, Hakim menilai fenomena ini cukup rasional ketika ditinjau dari berbagai perspektif, di antaranya:

Efektivitas Branding Institusi

Meski dalam tradisi akademik global penggabungan wisuda dan PGB tergolong tidak lazim karena memiliki karakter acara yang berbeda, dari sisi kehumasan langkah ini dapat meningkatkan efektivitas publikasi dan memperkuat citra universitas.

Efisiensi Biaya

Penggabungan acara berpotensi menekan pengeluaran seperti sewa gedung, dekorasi, keamanan, hingga konsumsi.

Mengurangi Beban Kehadiran Dosen

Dosen tidak perlu hadir dalam dua acara berbeda—sekali hadir, dua agenda terlaksana.

Menghindari Pembengkakan Biaya Operasional

Acara yang terlalu panjang dapat memicu biaya tambahan, seperti energi dan lembur staf.

Risiko Turunnya Kepuasan Audiens

Jadwal yang terlalu padat berpotensi menurunkan kenyamanan hadirin, yang menjadi intangible cost bagi institusi.

Menjaga Kesakralan PGB

Jika acara terlalu panjang atau tidak tertata dengan baik, ada risiko hilangnya fokus publik serta menurunnya kesan sakral prosesi pengukuhan Guru Besar.

Return on Academic Investment

Penggabungan acara dapat memberikan nilai tambah apabila dikemas secara efektif dan tetap menjaga marwah akademik.

Hakim menegaskan bahwa pada prinsipnya penggabungan wisuda dan pengukuhan Guru Besar bukanlah masalah. Bahkan, langkah ini bisa sangat positif selama diselenggarakan secara akademik yang tepat: sakral, reflektif, serta tetap menjunjung tinggi martabat para Guru Besar.

“Selama nilai-nilai akademik dan kesakralannya tetap terjaga, penggabungan ini justru bisa menjadi inspirasi besar bagi para lulusan,” ujar Hakim menutup pernyataannya.

Salam jaya,

Muh Hakim Azizi

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *