Indramayu, Rajawalinusantaratv.id
– Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan kabupaten penghubung Kecamatan Gabuswetan hingga Pertigaan Saradan kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kondisi jalan yang rusak parah, dipenuhi lubang di hampir sepanjang ruas, dinilai menjadi penyebab utama maraknya kecelakaan yang terus berulang namun tak kunjung mendapat penanganan serius.
Belum lama ini, sebuah insiden kecelakaan kembali terjadi. Sebuah kendaraan dilaporkan mengalami patah as akibat menghantam lubang jalan, hingga membuat pengendara tersungkur ke aspal. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar korban akibat buruknya infrastruktur jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Ironisnya, meski kondisi jalan tersebut sudah berulang kali diberitakan oleh berbagai media online dan cetak, bahkan ramai dikeluhkan warganet di media sosial, respons dari pihak terkait justru nyaris nihil. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu terkesan tutup mata, seolah kerusakan jalan itu bukan bagian dari kewenangannya.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Jalan DPUPR Indramayu, Wimbanu. Saat dikonfirmasi awak media Rajawalinusantaratv.id melalui pesan singkat WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan respons sama sekali. Upaya konfirmasi yang dilakukan berulang kali pun berakhir tanpa jawaban.
Ketidakpedulian ini memantik kekecewaan publik. Masyarakat mempertanyakan di mana peran dan tanggung jawab pejabat teknis yang seharusnya sigap merespons keluhan warga, terlebih ketika kondisi jalan sudah memakan korban. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin ruas jalan maut tersebut akan terus “menagih korban” berikutnya.
Masyarakat berharap DPUPR Kabupaten Indramayu segera turun tangan, bukan sekadar diam di balik meja, sebelum kerusakan jalan ini berubah menjadi tragedi yang lebih besar.
Atim Sawano

















