banner 728x250
Berita  

Dua Hari Operasi Keselamatan Candi 2026, Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Terjaring di Pekalongan

banner 120x600
banner 468x60

Pekalongan. Rajawalinusantara TV

– Baru dua hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, jajaran Satlantas Polres Pekalongan langsung mencatat ratusan pelanggaran lalu lintas. Penindakan dilakukan melalui tilang manual maupun sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), menandakan masih rendahnya kesadaran sebagian pengendara dalam berlalu lintas.

banner 325x300

Berdasarkan data Satlantas Polres Pekalongan, tren pelanggaran pada awal operasi terbilang cukup tinggi. Polisi pun bersikap tegas terhadap berbagai pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tanpa mengesampingkan pendekatan humanis melalui teguran.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasat Lantas AKP Rony Hidayat, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 48 jam pelaksanaan operasi, ratusan tindakan telah diberikan kepada para pengguna jalan yang melanggar aturan.

“Hingga hari kedua Operasi Keselamatan Candi 2026, kami telah melakukan penindakan terhadap 10 pelanggar melalui tilang manual dan 220 pelanggar yang terekam kamera ETLE. Selain itu, sebanyak 165 pengendara kami berikan teguran,” ujar AKP Rony saat dikonfirmasi, Rabu (04/02/2026).

AKP Rony menjelaskan, tilang manual tetap diterapkan untuk menindak pelanggaran berat yang tidak terjangkau kamera pengawas, seperti penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), aksi balap liar, serta pengendara di bawah umur.

Sementara itu, tingginya angka pelanggaran yang tertangkap ETLE menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, khususnya di kawasan yang diawasi kamera elektronik, masih perlu terus ditingkatkan.

“ETLE menjadi andalan kami dalam penegakan hukum yang transparan. Namun demikian, petugas di lapangan tetap akan melakukan tilang manual apabila menemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Meski angka penindakan terbilang tinggi, AKP Rony menegaskan bahwa pemberian 165 teguran menjadi bukti pendekatan humanis tetap dikedepankan, khususnya untuk pelanggaran ringan atau bersifat administratif.

“Teguran ini bersifat edukatif. Harapan kami, melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan semaksimal mungkin. Tertib berlalu lintas bukan karena takut polisi, melainkan demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

Operasi Keselamatan Candi 2026 masih akan berlangsung hingga 15 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan agar terhindar dari sanksi hukum.

Suswanto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *