banner 728x250

Pakar Hukum Internasional Ingatkan Dampak Global Perang Iran–Israel, Ancaman Krisis Pangan dan Energi Mengintai Dunia

banner 120x600
banner 468x60

 

Jakarta – Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, menyoroti eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Ia mengingatkan bahwa perang tersebut berpotensi menimbulkan dampak global yang serius, termasuk krisis pangan dan energi yang dapat memicu kelaparan massal di berbagai belahan dunia.

banner 325x300

Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional, Senin (30/3/2026), dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di Kalisari, Cijantung, Jakarta, Prof. Sutan menyebut bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berimbas luas terhadap stabilitas global.

Menurutnya, keterlibatan negara-negara besar membuat konflik berpotensi berlangsung lama. Israel disebut didukung oleh Amerika Serikat dan sekutunya, sementara Iran mendapat dukungan dari Rusia dan negara-negara aliansinya. Kondisi ini dinilai dapat memperpanjang perang hingga berbulan-bulan bahkan lebih dari satu tahun.

“Jika konflik ini terus berlanjut, maka krisis pangan dan energi akan dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia. Kelangkaan bahan pangan dan lonjakan harga bisa memicu kelaparan dalam skala besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak lanjutan dari krisis tersebut dapat memicu ketidakstabilan sosial, termasuk potensi konflik horizontal di berbagai negara akibat tekanan ekonomi dan kesulitan hidup masyarakat.

Selain itu, terganggunya distribusi energi global, khususnya dari kawasan Timur Tengah, dinilai akan memperparah kondisi. Penutupan jalur strategis dan rusaknya infrastruktur energi berpotensi menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok secara signifikan.

Prof. Sutan juga menilai peran lembaga internasional belum optimal dalam meredam konflik. Ia mendorong para pemimpin dunia untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan perang serta mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Terkait Indonesia, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi potensi krisis global. Di antaranya dengan memperkuat ketahanan pangan, membatasi ekspor sumber daya strategis, serta mengembangkan kemandirian energi dan industri nasional.

“Indonesia harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. Kemandirian di sektor pangan, energi, serta obat-obatan menjadi kunci agar bangsa ini tetap bertahan di tengah krisis global,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya kemerdekaan Palestina serta berharap Indonesia terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat UUD 1945.

Di akhir pernyataannya, Prof. Sutan mengingatkan bahwa negara yang tidak mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar berpotensi mengalami krisis serius jika konflik global berkepanjangan.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH – Pakar Hukum Internasional dan Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia.  (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *