banner 728x250

Diguyur Hujan Deras, Jembatan Vital di Randukuning Doro Ambrol, Akses Warga Ditutup Total

banner 120x600
banner 468x60

Pekalongan. Rajawalinusantara TV

– Cuaca ekstrem kembali memicu kerusakan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan. Sebuah jembatan penghubung vital di Dusun Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro, dilaporkan ambrol pada Kamis (15/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

banner 325x300
Diguyur Hujan Deras, Jembatan Vital di Randukuning Doro Ambrol, Akses Warga Ditutup Total

Ambrolnya jembatan tersebut terjadi saat wilayah Kecamatan Doro dan sekitarnya diguyur hujan lebat dengan durasi cukup lama. Tingginya debit aliran sungai diduga menggerus pondasi jembatan hingga struktur utama tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya runtuh.

Kapolsek Doro, Iptu Faridin, S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan jajaran Polsek Doro telah berada di lokasi sejak malam kejadian untuk melakukan pengamanan dan antisipasi risiko lanjutan.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat hujan masih sangat deras. Struktur jembatan ambrol dan kondisinya sangat membahayakan jika tetap dipaksakan untuk dilalui,” ujar Iptu Faridin saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Sebagai langkah cepat, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi (police line) di kedua sisi jembatan guna mencegah warga melintas. Kapolsek menegaskan, jalur tersebut kini ditutup total, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki, demi menghindari potensi kecelakaan.

 

“Sementara kami pasang police line sambil menunggu penanganan dari instansi terkait. Kami pastikan tidak ada warga yang melintas di titik ini,” tegasnya.

Mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga, kepolisian bersama Pemerintah Desa Harjosari telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas. Warga yang hendak menuju maupun keluar dari Dusun Randukuning diminta menggunakan jalur alternatif.

“Akses masih ada, namun harus memutar melalui wilayah Sawangan atau Dororejo. Sosialisasi sudah kami lakukan secara masif menggunakan pengeras suara di masjid dan musala agar warga tidak kebingungan,” jelas Faridin.

Lebih lanjut, Iptu Faridin menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan untuk segera dilakukan penanganan teknis. Beruntung, dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa maupun kendaraan yang terjebak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta mematuhi pengalihan arus yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Hingga Jumat siang, personel Polsek Doro masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memantau kondisi dan memastikan rambu serta tanda peringatan terpasang jelas, guna mengantisipasi pengendara yang belum mengetahui penutupan akses tersebut.

Suswanto

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *