INDRAMAYU | Rajawalinusantaratv.id
— Beredarnya sebuah foto yang menampilkan dua orang yang diduga merupakan tenaga kesehatan di wilayah Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, menjadi perhatian publik. Foto tersebut beredar di sejumlah grup media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Dalam foto yang beredar, terlihat dua sosok yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan lingkungan pelayanan kesehatan. Namun, hingga kini belum ada kepastian independen mengenai identitas kedua orang dalam foto maupun keaslian konten tersebut.
Peredaran foto itu memunculkan sorotan terhadap etika dan profesionalitas tenaga kesehatan, terlebih karena profesi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.
Sejumlah warga menyayangkan munculnya konten yang dinilai dapat mencoreng nama baik institusi pelayanan kesehatan apabila benar melibatkan petugas yang bersangkutan.
“Kalau memang benar terjadi, tentu harus ada klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif. Tetapi kalau foto itu hasil rekayasa, pihak yang membuat dan menyebarkannya juga harus bertanggung jawab,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pihak Puskesmas Sebut Foto Hasil Editan
Di tengah polemik tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Kroya, dr. Hj. Neneng Susanti, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, ia menyebut foto yang beredar tersebut merupakan hasil editan atau sekadar “isengan” pihak tertentu. Ia juga menyebut nama Mas Seno dalam penjelasannya.
“Cuma isengan mereka saja, semoga bisa dimaklumi,” demikian inti klarifikasi yang disampaikan.
Klarifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Sebab, apabila benar foto tersebut merupakan hasil manipulasi, persoalannya tidak lagi sebatas dugaan pelanggaran etika tenaga kesehatan, melainkan juga menyangkut potensi penyebaran informasi atau konten yang dapat merugikan reputasi seseorang maupun institusi.
Publik Minta Persoalan Dibuka Secara Transparan
Meski telah ada klarifikasi dari pihak Puskesmas, peredaran foto tersebut tetap menuai perhatian masyarakat. Sejumlah pihak meminta agar persoalan ini tidak berhenti pada klarifikasi singkat, tetapi ditelusuri secara internal guna memastikan fakta sebenarnya.
Masyarakat juga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai asal-usul foto, apakah benar merupakan hasil editan, siapa pembuatnya, serta bagaimana foto tersebut bisa menyebar luas di media sosial.
“Kalau memang editan, justru harus dijelaskan secara terang agar tidak menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang belum terverifikasi,” ujar sumber lain.
Menjaga Nama Baik Institusi dan Kepercayaan Publik
Polemik ini menjadi pengingat bahwa setiap konten yang berkaitan dengan aparatur maupun tenaga pelayanan publik harus ditangani secara hati-hati. Di satu sisi, integritas dan profesionalitas tenaga kesehatan memang harus dijaga. Di sisi lain, tuduhan terhadap seseorang juga tidak boleh dibangun hanya berdasarkan sebuah foto yang belum terverifikasi keasliannya.
Karena itu, langkah pemeriksaan internal dan klarifikasi terbuka dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus melindungi nama baik tenaga kesehatan maupun institusi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai apakah telah dilakukan pemeriksaan internal terhadap pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan foto tersebut.
Rajawalinusantaratv.id akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan memberikan informasi berdasarkan keterangan serta fakta yang dapat diverifikasi.
Atim Sawano
Rajawalinusantaratv.id
















