Video Viral Diduga Bawa Sajam Warnai Tawuran Pelajar di Losarang, Siswa Beri Klarifikasi
Indramayu, Rajawalinusantaratv.id
– Kasus dugaan tawuran antarpelajar yang melibatkan siswa SMAN 1 Losarang dan SMK Muhammadiyah Kandanghaur kembali menjadi sorotan publik.
Insiden yang terjadi di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (3/6/2026), tidak hanya memicu keresahan masyarakat, tetapi juga menimbulkan trauma bagi seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pelajar berseragam sekolah berboncengan sepeda motor. Dalam rekaman yang viral itu, tampak tiga pelajar berada dalam satu sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam (sajam).
Video tersebut memicu berbagai reaksi masyarakat karena dikaitkan dengan aksi kejar-kejaran dan bentrokan yang diduga melibatkan pelajar dari SMAN 1 Losarang dan SMK Muhammadiyah Kandanghaur.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media menemui seorang siswa SMAN 1 Losarang berinisial A di kediamannya di Blok Kertajadi, Desa Santing, Kecamatan Losarang, Jumat (5/6/2026). Dalam keterangannya, A mengaku mengetahui peristiwa tersebut dan memberikan penjelasan terkait video yang beredar.
Menurut A, pelajar yang diduga menabrak seorang anak perempuan saat insiden berlangsung merupakan siswa dari SMK Muhammadiyah Kandanghaur.
“Yang menabrak anak perempuan itu anak SMK Muhammadiyah Kandanghaur,” ujar A kepada awak media.
A menjelaskan bahwa dirinya bersama beberapa rekannya saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berkeliling menggunakan sepeda motor.
“Awalnya mau pulang habis muter-muter,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa sebagian besar temannya telah lebih dahulu pulang sehingga saat itu mereka hanya berdua.
“Awalnya berdua, yang lainnya sudah pada pulang,” tambahnya.
Terkait dugaan adanya senjata tajam yang terlihat dalam video viral tersebut, A mengakui bahwa salah seorang rekannya memang membawa benda yang diduga sajam. Namun, ia menegaskan bahwa benda tersebut bukan miliknya.
Menurut A, yang membawa senjata tajam adalah rekannya berinisial D, yang juga merupakan siswa SMAN 1 Losarang dan berasal dari Desa Jumbleng. Saat kejadian, A mengaku hanya mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX milik D.
“Kalau membawa sajam memang benar ada, tetapi bukan saya yang membawa. Yang membawa D karena saya yang mengemudikan motor NMAX milik D,” terangnya.
A juga membenarkan bahwa pelajar yang terlihat dalam video berboncengan tiga menggunakan seragam sekolah adalah dirinya bersama D dan seorang rekannya berinisial I.
“Yang di video itu saya, D, dan I. Kami memakai seragam sekolah dan saat itu mau pulang,” ungkapnya.
Beredarnya video tersebut kini menjadi perhatian serius masyarakat karena dikaitkan dengan rangkaian peristiwa kejar-kejaran dan dugaan tawuran yang terjadi di wilayah Desa Jangga.
Sejumlah warga menilai aksi pelajar yang diduga membawa senjata tajam di jalan raya merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Terlebih, dalam insiden terbaru, seorang anak perempuan dilaporkan mengalami trauma akibat berada di sekitar lokasi bentrokan.
Masyarakat berharap pihak sekolah, orang tua, serta aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas dan preventif guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah maupun aparat kepolisian terkait hasil penyelidikan video viral tersebut maupun kronologi lengkap insiden yang terjadi di Desa Jangga.
Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak guna memperoleh informasi yang lebih lengkap, akurat, dan berimbang.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Atim Sawano)

















