Berita  

Tak Terduga, Damiri Muncul di Jam Terakhir Jelang Penutupan Tahap Pendaftaran dan Resmi Daftar Bakal Calon Kepala Desa Kandang

banner 120x600

KANDANG, 4 September 2026 — rajawalinusantaratv.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pemalang mulai menarik perhatian masyarakat.
Di sejumlah desa, bermunculan berbagai tokoh yang menyatakan kesiapan untuk maju dan mengambil bagian dalam pesta demokrasi di tingkat desa.

Pilkades menjadi momentum penting bagi masyarakat karena sosok kepala desa yang terpilih nantinya akan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan, pelayanan masyarakat, serta berbagai program kemajuan desa.

banner 325x300

Namun, suasana berbeda sempat terlihat di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Sejak dibukanya tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa, situasi di Desa Kandang justru terbilang cukup sepi.

Hingga memasuki H-1 penutupan pendaftaran, belum ada satu pun bakal calon yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.

Padahal, berdasarkan catatan Panitia Pilkades Desa Kandang, setidaknya sudah terdapat lima orang yang mengambil formulir pendaftaran. Kondisi tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sebagian warga memperkirakan pendaftaran bakal diperpanjang apabila hingga batas waktu yang ditentukan jumlah pendaftar belum memenuhi ketentuan.

Perhatian warga semakin meningkat ketika memasuki Jumat pagi, 4 September 2026, yang merupakan hari terakhir pendaftaran.
Sekitar pukul 08.00 WIB, akhirnya muncul satu bakal calon yang datang untuk melakukan pendaftaran. Kehadiran tersebut menjadi tanda bahwa kontestasi Pilkades Desa Kandang mulai menemukan titik terang.

Namun kejutan belum berhenti sampai di situ, Sekitar 30 menit kemudian, seorang bakal calon lainnya tiba-tiba datang dan menyatakan diri siap mengikuti kontestasi Pilkades Desa Kandang.

Sosok tersebut adalah Damiri, warga RT 17 RW 03 Desa Kandang. Kemunculan Damiri sontak menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya hampir tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dirinya akan maju sebagai bakal calon kepala desa.

Damiri selama ini dikenal masyarakat Desa Kandang sebagai juru kunci Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kandang. Sosoknya juga cukup dikenal oleh masyarakat setempat.

Keputusan Damiri untuk maju dalam Pilkades diakui cukup spontan. Saat dikonfirmasi mengenai motivasi yang mendorong dirinya untuk ikut mendaftarkan diri, Damiri mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak terlepas dari banyaknya dukungan, dorongan, serta masukan dari masyarakat, tokoh desa dan keluarga besarnya.

“Dari awal dibukanya pendaftaran, jujur saja saya pribadi belum terpikir untuk ikut dalam kompetisi ini,” terang Damiri.

Menurutnya, keinginan untuk maju semakin kuat setelah dirinya mendapatkan banyak dorongan dari berbagai pihak.

“Namun karena banyaknya dukungan dari para tokoh serta keluarga besar, saya akhirnya memantapkan diri untuk berkompetisi,” tambahnya.

Dengan langkah tersebut, Damiri akhirnya resmi menyerahkan pendaftaran sebagai bakal calon kepala desa pada hari terakhir masa pendaftaran.

Kehadiran Damiri saat mendaftar juga diiringi sejumlah warga dan para pendukung.

Menariknya, sebagian warga yang ikut mengantarkan mengaku baru mengetahui keputusan Damiri untuk maju pada hari pendaftaran tersebut.

Salah satu tokoh pemuda Desa Kandang, Ramujo, yang turut mengantarkan Damiri, mengaku cukup terkejut ketika mendengar kabar tersebut.

“Jujur, saya sendiri kaget ketika mendengar kabar bahwa beliau akan ikut berkompetisi, karena selama ini di seluruh sudut desa belum ada satu pun gambar layaknya orang yang akan mencalonkan diri,” ungkap Ramujo.

Meski terkejut, Ramujo menyatakan dirinya memberikan apresiasi atas keberanian Damiri untuk mengambil bagian dalam kontestasi Pilkades Desa Kandang.

Menurutnya, Damiri merupakan sosok yang cukup dikenal oleh masyarakat dan dinilai memiliki kedekatan dengan berbagai lapisan warga.

“Damiri sangat cocok dan pantas untuk menjadi pemimpin Desa Kandang ke depan. Selain dikenal religius, dia juga sosok yang sangat dikenal di desa. Semua warga Desa Kandang pasti mengenal beliau,” tegasnya.

Ramujo berharap keikutsertaan Damiri dalam Pilkades dapat menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat serta memberikan pilihan kepada masyarakat Desa Kandang dalam menentukan pemimpin untuk periode mendatang.

Dua Bakal Calon Resmi Mendaftar
Kejutan yang terjadi pada hari terakhir pendaftaran akhirnya memastikan bahwa kontestasi Pilkades Desa Kandang tidak berlangsung dengan hanya satu pendaftar.

Ketua Panitia Pilkades Desa Kandang, Fatkhul Hadi, secara resmi mengumumkan bahwa hingga batas akhir pendaftaran terdapat dua bakal calon kepala desa yang telah menyerahkan pendaftaran.

Berdasarkan ketentuan waktu yang telah ditetapkan panitia, masa pendaftaran ditutup pada Jumat, 4 September 2026 pukul 11.00 WIB.
“Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, maka dengan ini tahap pendaftaran kami tutup,” tegas Fatkhul Hadi.

Pengumuman tersebut langsung disambut riuh oleh warga dan para pendukung yang mengantarkan Damiri. Tepuk tangan dan ucapan “Alhamdulillah” terdengar sebagai bentuk rasa syukur karena hingga batas akhir pendaftaran akhirnya terdapat dua bakal calon yang resmi mendaftarkan diri. Dengan ditutupnya tahapan pendaftaran, perhatian masyarakat kini beralih pada proses selanjutnya dalam tahapan Pilkades Desa Kandang.

Kehadiran Damiri di detik-detik terakhir pendaftaran membuat dinamika politik desa tersebut semakin menarik untuk diikuti.

Masyarakat Desa Kandang pun kini memiliki tambahan pilihan dalam menentukan sosok yang dinilai mampu membawa desa ke arah yang lebih baik, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta melanjutkan pembangunan demi kemajuan Desa Kandang.

Kontestasi Pilkades Desa Kandang pun kini resmi memasuki babak baru.  ( Yus)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *