Tak Lagi Menengadah ke Langit! 20 Unit Irpom Jadi Nafas Baru Petani Kroya, KTNA: Kemarau Bukan Lagi Ancaman Panen

banner 120x600

Indramayu, Rajawalinusantaratv.id

– Angin segar berembus di tengah hamparan sawah tadah hujan Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang gagal panen akibat kemarau dan ketidakpastian cuaca, para petani kini mulai melihat secercah harapan baru. Bantuan 20 unit pompa irigasi (Irpom) dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Indramayu menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama ini membelenggu sektor pertanian di wilayah tersebut.

banner 325x300

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kroya, Wajo, mengaku bersyukur atas bantuan yang dinilainya sangat vital bagi keberlangsungan usaha tani masyarakat. Menurutnya, selama ini petani Kroya seolah dipaksa berjudi dengan cuaca karena sebagian besar lahan pertanian masih mengandalkan air hujan.

“Wilayah Kroya merupakan daerah tadah hujan. Selama ini petani hanya bisa berharap pada kemurahan alam. Ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya, sawah mengering, tanah pecah-pecah, dan ancaman gagal panen menghantui petani. Bantuan Irpom ini menjadi solusi nyata yang sangat kami butuhkan,” ujar Wajo, Sabtu (4/7/2026).

Keberadaan 20 titik Irpom tersebut menjadi titik balik bagi petani Kroya. Jika sebelumnya mereka hanya pasrah menunggu hujan turun, kini mereka memiliki akses yang lebih mudah untuk mengalirkan air dari sumber-sumber yang tersedia ke lahan pertanian. Kehadiran pompa irigasi ini dinilai mampu memangkas risiko kekeringan sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan DKPP Kabupaten Indramayu yang telah memperjuangkan bantuan ini. Bagi petani, ini bukan sekadar mesin pompa air, tetapi penyelamat yang menjaga sawah tetap hidup saat musim kemarau melanda,” tegasnya.

Meski demikian, Wajo menilai jumlah bantuan yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk mengakomodasi luasnya areal pertanian di Kecamatan Kroya. Karena itu, ia berharap program bantuan Irpom dapat terus berlanjut dan ditambah secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.

“Kroya wilayahnya sangat luas. Dua puluh unit ini sangat membantu, tetapi kebutuhan di lapangan masih besar. Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian sehingga setiap tahun ada penambahan unit Irpom. Kalau kebutuhan air pertanian bisa terpenuhi, kami yakin produktivitas padi akan meningkat signifikan dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wajo juga mengingatkan seluruh kelompok tani penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran petani dalam merawat dan mengelola bantuan secara bertanggung jawab.

“Saya berharap seluruh kelompok tani bisa menjaga, merawat, dan memanfaatkan Irpom ini dengan baik. Jangan sampai bantuan yang sudah diperjuangkan justru terbengkalai. Jika dikelola dengan benar, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak petani dalam jangka panjang,” katanya.

Bantuan Irpom ini menjadi bukti bahwa persoalan pertanian tidak cukup diselesaikan dengan wacana dan janji semata. Dibutuhkan langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan. Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, kehadiran pompa irigasi menjadi senjata penting untuk menjaga produktivitas pertanian tetap berjalan.

Kini, petani Kroya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada langit. Deru mesin Irpom yang mulai terdengar di sejumlah titik menjadi simbol perlawanan terhadap kekeringan dan ketidakpastian musim. Harapan baru telah tumbuh di tengah lahan-lahan yang dulu hanya menunggu hujan, menandai dimulainya babak baru pertanian Kroya yang lebih mandiri, produktif, dan optimistis menatap masa depan.

Atim Sawano

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *