SMPN 1 Losarang Klarifikasi Acara Perpisahan Siswa: Murni Inisiatif Siswa dan Dukungan Wali Murid

banner 120x600

SMPN 1 Losarang Klarifikasi Acara Perpisahan Siswa: Murni Inisiatif Siswa dan Dukungan Wali Murid

Indramayu, Rajawalinusantaratv.id

banner 325x300

– Kegiatan perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, yang digelar pada 17 Juni 2026 menjadi sorotan publik setelah menghadirkan grup musik serta sejumlah artis lokal yang cukup dikenal di wilayah Indramayu.

Menanggapi berbagai pemberitaan yang berkembang, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya mengenai kehadiran hiburan dan bintang tamu dalam acara perpisahan siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri 1 Losarang, Farid, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci rencana menghadirkan artis lokal sejak awal. Menurutnya, informasi mengenai kehadiran bintang tamu Susi Arzetty dan Indah Wati baru diketahui menjelang pelaksanaan acara.

“Untuk hiburan dengan bintang tamu Susi Arzetty dan Indah Wati, pihak sekolah tidak mengetahui sejak awal. Kami baru mengetahui mendekati hari pelaksanaan. Adapun biaya hiburan tersebut ditanggung oleh salah satu wali murid kelas IX, yakni orang tua dari Ayu,” ujar Farid kepada awak media, Senin (22/6/2026).

Farid menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah menyampaikan imbauan terkait Surat Edaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah. Bahkan, Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Losarang, Indra, telah mengingatkan para siswa agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Pak Indra sudah menyampaikan bahwa ada edaran gubernur yang harus diperhatikan. Namun para siswa tetap menginginkan adanya kegiatan perpisahan. Kami tidak menyangka konsep acara yang mereka rencanakan berkembang cukup besar hingga menghadirkan hiburan dari luar,” jelasnya.

Menurut Farid, pada awalnya sekolah tidak mengetahui adanya rencana perpisahan yang digagas siswa kelas IX. Informasi tersebut baru diketahui setelah salah satu guru melaporkan adanya pembahasan kegiatan di kalangan siswa.

“Awalnya sekolah memang tidak mengetahui karena kegiatan ini merupakan keinginan siswa sendiri. Setelah ada guru yang mengetahui rencana tersebut, kami kemudian berkoordinasi dengan kepala sekolah dan bagian kesiswaan agar kegiatan yang dilaksanakan tetap mendapatkan arahan dan pengawasan,” katanya.

Pada hari kedua pelaksanaan ujian sekolah, pihak sekolah kemudian mengumpulkan seluruh siswa kelas IX untuk meminta penjelasan terkait rencana kegiatan tersebut. Dalam pertemuan itu, para siswa mengakui telah merencanakan acara perpisahan.

“Saat ditanya siapa yang menjadi penanggung jawab kegiatan, awalnya tidak ada yang menjawab. Kami kemudian meminta agar ada koordinator yang jelas. Akhirnya dua siswa, yaitu Egi dan Aditiya, bersedia menjadi koordinator kegiatan,” tutur Farid.

Selanjutnya, pihak sekolah meminta para siswa menyusun proposal kegiatan yang memuat konsep acara dan rencana anggaran. Proposal tersebut kemudian diarahkan untuk diajukan kepada komite sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, perwakilan panitia siswa, Loriyana Afrisyah Putri, membenarkan adanya pengumpulan dana dari siswa kelas IX. Namun, ia menegaskan bahwa iuran tersebut hanya diperuntukkan bagi peserta kelas IX dan tidak bersifat wajib.

“Memang ada pengumpulan dana sebesar Rp120 ribu. Rinciannya Rp100 ribu untuk kebutuhan kegiatan dan Rp20 ribu untuk foto kenangan serta memori bersama yang dilaksanakan di luar sekolah,” ujarnya.

Loriyana menambahkan, seluruh proses penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan telah mendapatkan izin dari pihak sekolah. Ia juga memastikan tidak ada unsur pemaksaan bagi siswa yang tidak mampu memberikan kontribusi.

“Kami sudah meminta izin kepada guru dan kepala sekolah. Dari sekolah juga disarankan agar kepanitiaan berasal dari siswa. Saat ditanyakan apakah ada yang keberatan dengan nominal tersebut, teman-teman menyatakan tidak. Namun bagi siswa yang kurang mampu, kami tidak pernah memaksa untuk membayar,” katanya.

Menurutnya, seluruh siswa tetap mendapatkan perlakuan yang sama, termasuk menerima medali kenang-kenangan, meskipun tidak ikut memberikan sumbangan dana kegiatan.

Di sisi lain, Aisyah, orang tua Ayu yang merupakan warga Desa Krimun, Kecamatan Losarang, membenarkan bahwa dirinya menanggung biaya hiburan yang menghadirkan artis lokal Indah Wati dan Susi Arzetty.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap amanah almarhum suaminya yang berpesan agar memberikan hiburan ketika anak mereka lulus sekolah.

“Untuk hiburan memang saya yang menanggung biayanya. Dulu almarhum ayah Ayu pernah berpesan bahwa ketika anak lulus sekolah harus ada hiburan sebagai bentuk rasa syukur. Saat Ayu lulus SD pun kami melakukan hal yang sama dengan menghadirkan bintang tamu,” ungkapnya.

Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak, SMP Negeri 1 Losarang berharap masyarakat dapat memahami duduk persoalan secara utuh dan proporsional. Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan perpisahan tersebut merupakan inisiatif siswa yang mendapat dukungan dari wali murid, sementara sekolah berperan melakukan pendampingan agar kegiatan tetap berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

(Atim Sawano)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *