Remaja Hilang Saat Latihan Dayung di Kali Waluh, Satu Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Masih Dalam Pencarian
Pemalang, Rajawalinusantaratv.id
– Tim gabungan SAR terus melakukan pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang saat berlatih dayung di aliran Kali Waluh, tepatnya di selatan Bendungan Lais, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Hingga Senin (25/5/2026), satu korban telah ditemukan dan dievakuasi, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Berdasarkan laporan Operasi SAR, kejadian bermula pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 14.16 WIB. Dari rekaman CCTV pengelola Benowo Park, terlihat dua remaja mengambil perahu dayung untuk berlatih di aliran Kali Waluh. Penjaga Benowo Park juga membenarkan melihat keduanya membawa perahu menuju sungai.
Sekitar pukul 14.30 WIB, seorang saksi bernama Tarmono (56) melihat kedua remaja tersebut sedang berlatih dayung di sekitar aliran Kali Waluh dekat Bendungan Lais. Namun hingga malam hari keduanya tidak kunjung pulang ke rumah.
Keesokan harinya, Minggu (24/5/2026), keluarga korban mulai melakukan pencarian secara mandiri. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi latihan hingga beberapa titik di hilir, namun tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian menemukan kendaraan korban masih terparkir di area Benowo Park, sementara satu perahu kayak dan dayung belum berada di tempat penyimpanan peralatan.
Pada hari yang sama, tim menemukan satu buah dayung di pintu air bendungan sisi barat, yang semakin menguatkan dugaan bahwa kedua remaja tersebut mengalami kecelakaan saat berlatih di sungai.
Diketahui, kedua korban merupakan warga Dusun Pesapen, Desa Saradan, Kabupaten Pemalang, yakni:
Alfi (16 tahun), hingga kini masih dalam pencarian.
Alif (16 tahun), ditemukan dan telah dievakuasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua remaja tersebut diduga berlatih tanpa melakukan konfirmasi kepada pengurus serta tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa pelampung. Padahal sebelumnya telah ada imbauan dari pengurus olahraga dayung agar tidak melakukan latihan di sungai saat musim penghujan maupun ketika debit air sedang tinggi.
Pada update pencarian Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 05.50 WIB, satu korban atas nama Alif berhasil ditemukan di bawah pintu air bendungan sisi barat bagian utara. Selanjutnya pada pukul 06.20 WIB korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD M. Ashari Pemalang untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi tersebut, PMI Kabupaten Pemalang menerima informasi penemuan korban, melakukan koordinasi dengan tim USS Basarnas Pemalang dan BPBD Kabupaten Pemalang, menyiapkan peralatan evakuasi, membantu proses evakuasi jenazah, serta menyusun laporan kejadian.
Personel PMI yang diterjunkan terdiri dari satu staf PMI Kabupaten Pemalang, Amir Hamzah, bersama tiga relawan PMI yakni Mirojul Munir, Martoyo, dan Marsito Janu Iko R.
Proses pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah kondisi air sungai yang keruh sehingga menyulitkan proses penyisiran.
Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya para atlet dan pemuda yang beraktivitas di perairan, untuk selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, menggunakan alat pelindung diri, serta memperhatikan kondisi cuaca dan debit air guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Red/01
















