banner 728x250

Perpisahan SMPN 1 Losarang Hadirkan Artis Lokal, Tuai Sorotan di Tengah Imbauan Gubernur Jawa Barat

banner 120x600
banner 468x60

Perpisahan SMPN 1 Losarang Hadirkan Artis Lokal, Tuai Sorotan di Tengah Imbauan Gubernur Jawa Barat

INDRAMAYU, Rajawalinusantaratv.id
– Acara perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, yang digelar pada 17 Juni 2026, menjadi perhatian publik.

banner 325x300

Kegiatan tersebut diketahui menghadirkan grup musik serta sejumlah artis lokal yang cukup populer di wilayah Indramayu, sehingga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Perpisahan SMPN 1 Losarang Hadirkan Artis Lokal, Tuai Sorotan di Tengah Imbauan Gubernur Jawa Barat

Pelaksanaan acara ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sebelumnya meminta seluruh sekolah di Jawa Barat untuk tidak menghadirkan artis maupun figur publik dalam kegiatan perpisahan dan acara seremonial sekolah lainnya.

Dalam berbagai kesempatan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak melarang sekolah menyelenggarakan acara perpisahan. Namun, kegiatan tersebut diharapkan dilaksanakan secara sederhana, edukatif, dan tidak menimbulkan beban biaya tambahan bagi orang tua siswa.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu dihindari adalah penggunaan anggaran besar untuk menghadirkan artis atau hiburan dari luar sekolah. Kehadiran bintang tamu dinilai berpotensi meningkatkan biaya pelaksanaan kegiatan, baik yang bersumber dari sponsor maupun iuran peserta didik.

Gubernur Jawa Barat itu juga menekankan bahwa acara perpisahan seharusnya menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya lebih hemat, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi para peserta didik.

“Anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang seni, musik, tari, maupun bidang lainnya sebaiknya diberikan ruang untuk tampil. Selain lebih sederhana, hal itu akan menjadi pengalaman yang berharga dan membanggakan bagi mereka,” ujar Dedi dalam sejumlah kesempatan sebelumnya.

Selain aspek hiburan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendorong sekolah untuk mengedepankan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan acara. Mulai dari dekorasi, penataan lokasi, hingga kebutuhan teknis lainnya diharapkan dapat melibatkan warga sekolah sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berjalan baik tanpa membutuhkan biaya besar.

Kebijakan tersebut bertujuan agar momen perpisahan tetap menjadi kenangan indah bagi siswa tanpa menambah beban ekonomi bagi orang tua. Pemerintah berharap setiap sekolah mampu menghadirkan kegiatan yang sederhana, inklusif, serta sarat nilai pendidikan dan kebersamaan.

Terkait pelaksanaan perpisahan di SMP Negeri 1 Losarang, hingga berita ini diturunkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai mekanisme pembiayaan acara maupun pertimbangan menghadirkan grup musik dan artis lokal dalam kegiatan tersebut.

Di tengah polemik yang muncul, masyarakat memberikan beragam respons. Sebagian pihak menilai perpisahan merupakan momen penting yang wajar dirayakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan siswa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.

Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa sekolah sebaiknya menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan arahan pemerintah daerah guna menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai bahwa esensi perpisahan sekolah bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada nilai kebersamaan, penghargaan terhadap proses belajar, serta motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Karena itu, berbagai pihak berharap kegiatan sekolah ke depan dapat lebih mengedepankan kreativitas peserta didik, efisiensi penggunaan anggaran, serta semangat kebersamaan tanpa mengurangi makna dari momen perpisahan itu sendiri.

Dengan adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekolah-sekolah diharapkan mampu menyelenggarakan kegiatan perpisahan yang sederhana, berkarakter, dan berpihak pada kepentingan siswa, sekaligus menjadi wadah untuk menampilkan potensi serta kreativitas generasi muda.

(Atim Sawano)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *