Pergerakan Tanah 150 Meter Putuskan Akses Trajumas–Bodas, Polisi Pasang Tanda Waspada
Pekalongan.Rajawalinusantara TV
– Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, semalam memicu terjadinya bencana pergerakan tanah. Bhabinkamtibmas Polsek Kandangserang, Bripka Sugito, bergerak cepat mendatangi lokasi longsor di Desa Trajumas pada Minggu (16/11/2025).

Pergerakan tanah tersebut terjadi di kawasan Perhutani Petak 82 F, Desa Trajumas. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan tanah mengalami retakan besar dengan panjang mencapai sekitar 150 meter.
Jalur yang terdampak merupakan akses vital penghubung antara Desa Trajumas dan Desa Bodas. Akibat retakan yang membahayakan, jalan tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Polisi Imbau Warga dan Pengguna Jalan Tetap Waspada
Setibanya di lokasi, Bripka Sugito segera memberikan imbauan kepada warga dan memasang tanda peringatan guna mencegah terjadinya kecelakaan. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut, terutama bagi kendaraan besar yang berpotensi memperparah kondisi retakan.
Kapolsek Kandangserang, Iptu Slamet Riyadi, menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di wilayah rawan pergerakan tanah.
“Kami langsung meminta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan setelah menerima laporan. Retakan tanah sepanjang 150 meter ini sangat berbahaya dan membuat jalur Trajumas–Bodas sementara hanya bisa dilalui dengan sangat hati-hati oleh kendaraan kecil,” jelasnya.
Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif atau menunda perjalanan yang tidak mendesak, sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
“Mohon kepada para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun,” tutupnya. (ozy)

















