Rajawalinusantaratv.id
– Korwil Jawa Tengah, Wonogiri. Pada hari Senin, 26 Mei 2025, awak media berkesempatan mendampingi Pemerintah Desa Kedungombo dalam mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mengangkat isu penting mengenai Daerah Irigasi (DI) Balong. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Kepala Desa Kedungombo, Agus Triyatno, Unsur Pimpinan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Gapoktan, P3A, kelompok tani, Karang Taruna, serta perwakilan dari UPTD Pengairan Baturetno, Sukatmo, dan Ketua GP3A DI Balong.

Agenda utama RDP kali ini adalah mengenai mekanisme perawatan Daerah Irigasi (DI) Balong. Dalam forum ini, diharapkan akan tercipta sinergi dalam pemahaman dan kesadaran kolektif semua pihak, demi mencapai kesepakatan yang konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada.
Kepala Desa Kedungombo, Agus Triyatno, dalam sambutannya, mendorong semua peserta untuk aktif memberikan masukan, pendapat, dan kritik yang konstruktif. Dia menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai ajang untuk mencapai kesepakatan jangka panjang yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.
Sementara itu, UPTD Pengairan Baturetno menyoroti urgensi penanganan masalah sedimentasi dan sampah yang telah melebihi batas toleransi. Masalah ini perlu segera ditangani agar keberlangsungan irigasi di daerah tersebut tidak terancam.
Salah satu momen menarik dalam RDP tersebut adalah perkenalan Agus Sutanto, sosok baru yang diharapkan dapat membawa perubahan sebagai Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) DI Balong, yang memiliki panjang jaringan 29 kilometer meliputi tiga kecamatan: Batuwarno, Baturetno, dan Nguntoronadi. Dengan target normalisasi, DI Balong diharapkan dapat mengairi sawah seluas sekitar 749 hektar.
Ketua GP3A, Agus Sutanto, dengan penuh semangat mengekspresikan kebanggaannya bisa bersahabat dengan para petani, yang dikenal dengan ketahanan dan kesabaran mereka. Dia berharap RDP ini bisa membangkitkan kesadaran kolektif, agar petani sebagai pejuang pangan senantiasa bisa berjuang demi kesejahteraan bersama.
Mengacu pada pepatah Jawa
“Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Hangrungkebi,” RDP
ini mengingatkan kita akan pentingnya gotong royong dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan serta sumber daya yang kita miliki. Sebagai penutup, Ketua GP3A mengajak semua pihak untuk bersatu dalam semangat kebersamaan,
“SAYUK SAYEK SAEKA KAPTI GOLONG GILIK NYAWIJI MUJUTAKEN PETANI INDONESIA GEMUYU.”
Semoga RDP ini menjadi langkah awal yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meneguhkan komitmen kita dalam menjaga sumber daya air yang menjadi sumber kehidupan.
Red/RJN
















