WONOGIRI. Rajawalinusantaratv.id
— Mengingat air adalah urat nadi kehidupan pertanian dan Pilar Utama Ketahanan Pangan, Untuk itu petani pemanfaat Daerah Irigasi (DI) Balong Sengkuyungan (Saweran) di Kabupaten Wonogiri memilih bertindak nyata. Alih-alih menunggu persoalan irigasi yang tak kunjung ada solusi dari meja rapat para petinggi. Kini ribuan petani dari berbagai desa bersepakat SAWERAN untuk menggali endapan lumpur pada saluran irigasi primer yang mustahil bisa selesai dengan tenaga manusia
Aksi gotong royong terpadu melalui Program Petani Mandiri “Gali Sedimentasi Irigasi Balong” ini diinisiasi bersama oleh Petani penerima manfaat melalui para kepala desa setempat. Gerakan ini melibatkan petani dari Desa Kudi, Sumberagung, Ronggojati, Setrorejo, Kedungombo, Sendangrejo, Boto, Kulurejo dan Bulurejo yang bersinergi, berkolaborasi dengan Pelaku Usaha Lokal “DOA IBU” membuktikan Kepedulian Sosialnya terhadap Petani pemanfaat Daerah Irigasi (DI) Balong.
Langkah tersebut merupakan ikhtiar nyata sekaligus cerminan kegelisahan para petani terhadap kendala distribusi air yang selama ini kerap tersendat akibat pendangkalan jaringan. Endapan lumpur tebal dinilai mempersempit kapasitas tampung saluran, sehingga memaksa penerapan pola giliran air yang sering kali memicu ketidakpastian bagi masa tanam.
Melalui pengerukan sedimentasi ini, aliran air diharapkan dapat mengalir lebih deras dan merata ke lahan garapan pada musim tanam mendatang. Dengan kapasitas saluran yang pulih, distribusi air diharapkan dapat dilayani secara serentak sesuai debit air yang tersedia, tanpa ketergantungan penuh pada skema giliran yang ketat.
Bagi kalangan petani, kelancaran saluran irigasi menentukan keberlangsungan tanam, kualitas panen, serta pendapatan keluarga. Kendati demikian, gerakan swadaya ini membawa pesan terbuka bagi pemangku kebijakan. Kemandirian yang ditunjukkan masyarakat di tingkat bawah diharapkan segera disambut oleh langkah nyata instansi teknis terkait, mengingat keterbatasan alat dan perlunya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sinergi antara kewenangan pemerintah dan kepedulian para petani di lapangan menjadi kunci utama agar normalisasi Daerah Irigasi Balong dapat terselesaikan secara tuntas dan lahan pertanian di Wonogiri tetap produktif demi terwujudnya Swa Sembada Pangan dan melihat Sanak Kadang Tani Gemuyu
Agus Sutanto
















