Berita  

Diduga Ban Kempes Berhari-hari, Pelayanan Mobil Siaga Desa Kandang Terhambat Saat Warga Membutuhkan dalam Kondisi Darurat

banner 120x600

PEMALANG, 16 juli 2026 – rajawalinusantaratv.id – Pelayanan mobil siaga desa Kandang Kecamatan Comal diduga mengalami kendala akibat kendaraan tidak dapat digunakan karena kondisi ban yang disebut telah kempes.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga lantaran menghambat pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan transportasi darurat menuju fasilitas kesehatan.

banner 325x300

Peristiwa ini dialami oleh seorang warga bernama Mujahidin (pemuda kandang) pada Sabtu sore, 11 Juli 2026. Saat itu, ibunya dalam kondisi darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Mujahidin kemudian menghubungi salah satu perangkat desa yang berinisial H dengan harapan dapat meminjam mobil siaga desa.

Namun, menurut pengakuannya, perangkat desa menyampaikan bahwa mobil siaga tidak dapat digunakan karena ban kendaraan sedang bocor atau kempes.

“Saya menelepon perangkat desa untuk menanyakan mobil siaga yang akan digunakan membawa ibu saya ke rumah sakit. Tapi Bu Kaur mengatakan mobilnya tidak bisa dipakai karena kondisi ban bocor. Padahal mobil siaga diprioritaskan untuk warga yang membutuhkan, tadinya saya pikir menggunakan ambulance siaga desa karena alatnya memadai,sehingga dapat meringankan ketegangan kami melihat kondisi ibu yang benar benar tidak mampu berjalan,karena setau saya mobil ambulance ada ranjang troli yang bisa dengan mudah masuk ke mobilnya, dan awalnya jika memakai ambulance desa berharap bisa menghemat transport,” ujar Mujahidin.

Karena kondisi pasien yang semakin kritis dan tidak bisa lagi menunggu banyak waktu. dan juga tidak memungkinkan untuk menunggu perbaikan kendaraan, keluarga akhirnya memutuskan menggunakan mobil pribadi milik tetangga agar pasien dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kesiapan operasional mobil siaga desa. Warga berharap kendaraan yang diperuntukkan bagi pelayanan sosial dan keadaan darurat selalu dalam kondisi siap pakai, mengingat fungsinya sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya saat terjadi keadaan gawat dan Selain itu, warga juga menyoroti aspek perawatan kendaraan.

Mereka menyampaikan bahwa biaya operasional, pemeliharaan, dan kebutuhan lainnya untuk mobil siaga desa pada umumnya telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemeliharaan kendaraan dilakukan secara rutin agar pelayanan kepada warga tidak terganggu.

Hingga berita ini ditulis, Kondisi ambulance siaga masih dalam keadaan ban bocor dan terparkir di balai desa.

Red/01

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *