Wonogiri, Rajawali Nusantara TV
–Pagi itu, wajah Den Ronggo terlihat agak kusut. Memang karena kurang tidur, tapi karena dua hal yang bikin pikirannya campur aduk: Pasar Wonogiri yang baru saja terbakar, dan kabar kalau sebagian anggaran pertanian ikut tersedot untuk penanganan pasca kebakaran.selasa 7-10-2025
“Lha iki piye to… petani lagi nunggu alsintan dan rehabilitasi irigasi baik skunder maupun terier, pasar malah kobong, anggaran malah belok arah,” keluhnya sambil menyeruput kopi hitam di warung pinggir jalan dekat lokasi pasar yang masih berasap.
Kebakaran besar yang melalap puluhan kios di Pasar Wonogiri itu terjadi dini hari. Banyak pedagang kehilangan tempat usaha dan barang dagangan. Sementara pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan dana pemulihan, muncul kabar kalau sebagian dana dari sektor pertanian turut dialihkan untuk menambal kebutuhan darurat.
Sebagai jurnalis yang dikenal vokal soal kebijakan rakyat kecil, Den Ronggo nggak tinggal diam. Ia mulai menelusuri sumber informasi, mendatangi kantor dinas, hingga ngobrol dengan para petani di lapangan. “Aku pengin tau, ben jelas, anggaran iki bener dialihke opo mung isu,” ujarnya tegas sambil menyalakan recorder.

Di tengah asap sisa kebakaran dan tumpukan puing pasar, Den Ronggo terus mencari cerita sebenarnya — bukan sekadar siapa yang salah, tapi siapa yang paling terdampak: pedagang kecil dan para petani Wonogiri.
“Berita itu bukan cuma soal angka, tapi soal nasib wong cilik,” katanya menutup laporannya dengan nada lirih tapi mantap.
Kini, masyarakat berharap ada langkah cepat dan bijak dari pemerintah daerah agar kedua sektor vital — perdagangan dan pertanian — bisa kembali bangkit bersama.
Red/Rjn01
















