Bantuan Irigasi Perpompaan Jadi Penopang Petani Terisi, KTNA: Sangat Membantu Atasi Kekeringan

banner 120x600

Indramayu, Rajawali Nusantara TV

– Di tengah ancaman kekeringan yang kerap melanda sejumlah kawasan pertanian di Kabupaten Indramayu, program bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) dari pemerintah menjadi harapan baru bagi para petani, khususnya di Kecamatan Terisi. Bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.

banner 325x300

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Terisi, Manda, mengatakan bantuan Irpom memberikan manfaat nyata bagi para petani. Menurutnya, seluruh kelompok tani penerima telah melaksanakan program tersebut sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah.

“Program ini sangat bermanfaat dan dijalankan dengan baik oleh kelompok-kelompok penerima sesuai petunjuk. Di Kecamatan Terisi sendiri ada delapan kelompok tani yang menerima bantuan,” ujar Manda saat diwawancarai awak media, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum adanya bantuan Irpom, masih banyak lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air, sehingga berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian. Setelah bantuan pompa air tersedia, kebutuhan irigasi mulai dapat dipenuhi meskipun belum sepenuhnya optimal.

“Sebelumnya masih ada lahan yang kekurangan air. Setelah ada bantuan dari pemerintah, kebutuhan air mulai bisa teratasi, walaupun memang belum maksimal,” katanya.

Menurut Manda, keberadaan pompa irigasi telah meningkatkan produktivitas pertanian karena distribusi air menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah terus memperluas program tersebut agar semakin banyak kelompok tani yang dapat merasakan manfaatnya.

“Kami berharap bantuan seperti ini terus ditingkatkan. Kelompok tani yang belum mendapatkan semoga bisa memperoleh program pada tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Gapoktan Desa Jatimunggul, Warma. Ia mengaku bantuan Irpom sangat membantu petani di wilayahnya yang selama ini kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau.

“Kami sebagai petani sangat terbantu. Beberapa titik pengeboran sudah selesai dan sudah dimanfaatkan, sementara beberapa titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Warma juga membantah isu yang menyebut adanya pemotongan dana bantuan untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban (SPJ). Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

“Informasi itu tidak benar. Faktanya kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun kepada siapa pun. Tidak ada potongan dana seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, luas lahan pertanian di Desa Jatimunggul mencapai sekitar 427 hektare, sehingga bantuan yang ada saat ini masih belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan irigasi.

Menurut Warma, keberadaan pompa irigasi telah mampu mengurangi sekitar 50 persen persoalan kekurangan air akibat dampak fenomena El Niño di wilayahnya.

“Dengan adanya bantuan ini, sekitar 50 persen kekurangan air di wilayah kami sudah bisa diatasi. Harapan kami, pemerintah terus menambah bantuan irigasi perpompaan agar seluruh lahan pertanian dapat terlayani dengan baik,” pungkasnya.

(Atim Sawano)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *