Berita  

Baliho Bacalon Kades Panjunan Diduga Dirusak Oknum Tak Dikenal, Triswanto: Mari Jaga Kondusivitas dan Perdamaian

banner 120x600

 

PETARUKAN, 08 Agustus 2026, rajawalinusantaratv.id – Baliho salah satu Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon Kades) Panjunan, Triswanto, mengalami kerusakan. Hingga saat ini, pihak yang diduga melakukan perusakan tersebut belum diketahui.

banner 325x300

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Triswanto beserta keluarganya. Ia mengaku prihatin dan sedih setelah melihat baliho yang dipasang sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dirinya kepada masyarakat mengalami kerusakan.

Meski demikian, Triswanto memilih untuk tidak memperkeruh suasana. Ia justru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Panjunan, apabila pemasangan baliho dirinya selama ini belum berkenan atau menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian warga.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat, khususnya warga Desa Panjunan, apabila dalam pemasangan baliho saya belum berkenan di hati panjenengan semua,” ujar Triswanto.

Menurutnya, pemasangan baliho tersebut tidak dimaksudkan untuk melukai perasaan siapa pun, apalagi menebar permusuhan maupun menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.

Triswanto mengatakan, sejak awal munculnya tahapan Pilihan Kepala Desa, dirinya memiliki niat untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat sekaligus menyampaikan ikhtiar dan keinginannya untuk turut membangun Desa Panjunan.

Ia berharap, apabila nantinya diberikan kepercayaan oleh masyarakat, dirinya dapat mengabdikan diri untuk kemajuan desa serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

“Saya tidak bermaksud melukai atau menebar permusuhan. Saya berikhtiar dengan tulus dan ikhlas memperkenalkan diri sejak awal adanya pemilihan kepala desa. Niat saya adalah ingin memajukan Desa Panjunan sebagai awal pengabdian diri untuk melayani, mengayomi, serta melindungi seluruh warga Desa Panjunan,” ungkapnya.

Terkait kerusakan baliho tersebut, Triswanto mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih, dalam baliho tersebut dirinya bersama sang istri tampil sebagai bagian dari pengenalan diri kepada masyarakat.

“Saya sangat bersedih melihat adanya perusakan baliho saya bersama istri saya. Namun saya tidak ingin persoalan ini menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki komitmen untuk maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Panjunan. Menurutnya, kejadian tersebut tidak akan menyurutkan semangatnya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Insyaallah saya akan tetap maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa. Saya akan tetap semangat untuk memajukan Desa Panjunan dan siap jiwa dan raga untuk melayani warga Desa Panjunan yang saya cintai,” tegas Triswanto.

Lebih lanjut, Triswanto mengajak seluruh masyarakat Desa Panjunan untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, serta kondusivitas menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Ia berharap perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi di tingkat desa tidak sampai menimbulkan konflik atau memutus tali silaturahmi antarmasyarakat.

“Dengan adanya permasalahan ini, saya merasa prihatin dan sedih. Saya memohon kepada seluruh warga Desa Panjunan agar tetap menjaga kondusivitas, keamanan, dan perdamaian,” tuturnya.

Menurut Triswanto, pemasangan baliho tersebut semata-mata merupakan bentuk pengenalan diri kepada masyarakat sebagai bakal calon kepala desa. Ia menegaskan bahwa tujuan tersebut bukan untuk memecah belah masyarakat maupun menciptakan permasalahan.

“Memasang baliho tersebut bukan untuk memecah permasalahan, melainkan untuk mengenalkan diri sebagai Bacalon Kepala Desa di Desa Panjunan,” jelasnya.

Triswanto juga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik. Ia mengajak masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan musyawarah dan persaudaraan.

Di sisi lain, hingga saat ini menurut Triswanto, belum ada tindakan lebih lanjut dari pihak pemerintah desa terkait kejadian tersebut. Ia berharap adanya perhatian dan langkah yang tepat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi serta tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat memicu perpecahan.

“Harapan saya, jangan sampai ada lagi perusakan terhadap atribut atau baliho siapa pun. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Desa Panjunan. Siapa pun pilihan kita, kita tetap satu sebagai warga Desa Panjunan,” pungkasnya.

Triswanto berharap seluruh tahapan menuju pemilihan kepala desa dapat berjalan aman, tertib, demokratis, dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh bakal calon maupun pendukungnya untuk mengedepankan etika, persaudaraan, serta kepentingan kemajuan Desa Panjunan.  (HALIM)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *