Solo Raya, Rajawali Nusantara TV
-Tekad yang lahir dari tempaan hidup serba kekurangan sejak kecil menjadikan Agus Sutanto pribadi yang tangguh, ulet, dan penuh empati. Kesusahan masa lalu bersama keluarga yang kurang beruntung kini justru menjadi energi yang menguatkan dirinya untuk terus berbuat dan memberi manfaat bagi sesama.

Bagi Agus, pengalaman pahit di masa kecil adalah cermin agar penderitaan serupa tidak menimpa para Sanak Kadang Tani dan keluarganya. Dengan sawah ladang yang hanya cukup untuk bertahan hidup, ia bertekad menjaga agar jangan sampai terjadi gagal panen, terutama pada musim tanam ketiga tahun ini.

Berlandaskan keyakinan bahwa “tidak ada makan siang gratis”, Agus dengan tulus ikhlas menyumbangkan tenaga dan kesehatan yang dianugerahkan Tuhan untuk bersama para petani mengelola aliran air dari Dam Balong. Air itu menjadi sumber kehidupan bagi sawah dan ladang di tiga desa: Kudi, Sumberagung, dan Ronggojati, dengan luas hamparan sekitar 100 hektar yang ditanami padi maupun palawija.
Kerja keras dan pengorbanan itu berbuah hasil. Atas ridho Tuhan, jerih payah Agus dan para petani tidak sia-sia. Mereka yang semula pasrah kini kembali bersemangat, bangkit, dan berjuang menyelamatkan tanaman agar tetap bisa dipanen, meski sedikit, namun penuh berkah karena berasal dari keringat dan kerja tanpa kenal lelah.

Semangat Agus yang semula kerap ditertawakan, kini mulai mengundang simpati. Bagi dirinya, tidak ada ajakan atau perintah yang lebih baik selain memberikan keteladanan nyata. “Karena hanya dengan contoh, orang lain bisa ikut bergerak,” pungkas Agus Sutanto.
Red/RJN
















