Indramayu | Rajawalinusantaratv.id
– Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, hingga kini dinilai belum tertangani secara optimal oleh pihak terkait. Kondisi tersebut tampak dari ceceran sampah yang menghiasi sepanjang jalan desa, sebagaimana terlihat pada Jumat, 26 Desember 2025.
Pemandangan tumpukan sampah di pinggir jalan ini dinilai kontras dengan kondisi Kantor Pemerintahan Desa Muntur yang saat ini terlihat megah usai dilakukan rehabilitasi pembangunan. Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Desa (Pemdes) Muntur diketahui telah melakukan renovasi besar-besaran terhadap sarana perkantoran desa.
Rehabilitasi tersebut meliputi pembangunan ruang pelayanan baru, Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sekretariat Karang Taruna, hingga kantor PKK. Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek pembangunan tersebut menelan anggaran ratusan juta rupiah yang bersumber dari hasil retribusi pajak.
Perbedaan mencolok antara kemegahan kantor desa dan kondisi lingkungan sekitar pun memantik beragam tanggapan dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Muntur yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai anggaran besar yang digelontorkan untuk memperindah kantor desa seharusnya juga diimbangi dengan perhatian terhadap kebersihan lingkungan.
“Iya, sayang sekali. Kantornya bagus, tapi sampah masih banyak berserakan di pinggir-pinggir jalan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kuwu Desa Muntur. Namun, saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan belum memberikan respons, dan pesan konfirmasi yang dikirimkan juga belum mendapat balasan.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Desa Muntur segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam menanggulangi persoalan sampah tersebut. Hal ini dinilai penting mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan, yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif.
Sampah yang tidak tertangani dengan baik dikhawatirkan dapat menyumbat saluran irigasi dan memicu banjir. Selain itu, sampah yang terendam air hujan dapat membusuk, menimbulkan bau tak sedap, serta menjadi media berkembangnya bakteri dan parasit yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Atim Sawano

















