banner 728x250

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Perintahkan Langkah Darurat Atasi Bencana dan Ancaman Kelaparan di Aceh–Sumut

banner 120x600
banner 468x60

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Perintahkan Langkah Darurat Atasi Bencana dan Ancaman Kelaparan di Aceh–Sumut

Banda Aceh. Rajawalinusantara TV

banner 325x300

– Kondisi Aceh dan Sumatera Utara kian memprihatinkan setelah banjir bandang dan longsor melanda berbagai wilayah sejak awal Desember 2025. Kerusakan parah, akses terputus, dan krisis pangan membuat ribuan warga terisolasi dan terancam kelaparan.

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, menyerukan Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto untuk segera menginstruksikan langkah-langkah darurat lintas kementerian dan lembaga demi menyelamatkan masyarakat terdampak.

“Presiden harus segera memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk menangani musibah ini secara cepat dan terukur. Ke depan, pemerintah juga wajib mencari solusi agar bencana serupa tidak terus terulang akibat kerusakan lingkungan dan pembabatan hutan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Prof. Sutan Nasomal melalui sambungan telepon kepada para pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri, Kamis (4/12/2025).

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Drastis

Situasi semakin memburuk setelah banjir memutus banyak akses jalan dan jaringan logistik ke wilayah terdampak. Harga bensin eceran jauh dari SPBU menembus Rp45.000 per liter. Harga telur ayam mencapai Rp70.000 per kilogram. Sementara harga beras 15 kilogram yang sebelumnya Rp200.000 kini melonjak menjadi Rp350.000—bahkan stoknya pun sangat langka.

“Semua kebutuhan makanan naik dua kali lipat. Masyarakat hampir tidak bisa membeli apa pun,” jelasnya.

Prof. Sutan mengungkapkan keprihatinan mendalam karena banyak wilayah masih belum tersentuh bantuan akibat akses yang terputus. Warga kesulitan keluar dari lokasi bencana dan bertahan hidup dengan kondisi yang sangat minim.

Laporan dari Lapangan: Banyak Wilayah Belum Tersentuh Bantuan

Setelah jaringan internet dan telekomunikasi perlahan pulih, sejumlah wartawan lokal mulai mengirimkan laporan bahwa masyarakat sangat menantikan bantuan pangan, kesehatan, serta logistik dasar.

“Kondisi lansia dan anak-anak sangat memprihatinkan. Mereka membutuhkan pelayanan kesehatan dan posko medis segera,” tutur Prof. Sutan.

Laporan serupa datang dari wilayah pesisir Aceh termasuk Kuta Sembuling, Aceh Singkil, Melaboh, dan Lhokseumawe. Para kepala desa dan warga menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa hingga kini mereka belum menerima bantuan apa pun karena kerusakan jalan yang sangat parah.

Ancaman Kelaparan Massal

Prof. Sutan Nasomal memperingatkan bahwa jika situasi ini tidak segera ditangani, jutaan warga di wilayah terdampak berpotensi mengalami kelaparan.

“Bencana ini harus segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Dengan status tersebut, Indonesia dapat membuka pintu bagi negara sahabat untuk membantu Aceh, Sumut, dan Sumbar yang kini sedang berjuang menghadapi dampak bencana besar,” katanya.

Menurutnya, ratusan ribu tenda darurat dan dapur umum harus segera didirikan di wilayah aman yang berdekatan dengan zona bencana, terlebih curah hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan sangat besar.

Apresiasi untuk TNI–Polri dan Pemerintah

Meski situasi masih sangat sulit, Prof. Sutan memberikan apresiasi kepada Presiden RI, TNI, Polri serta pemerintah daerah dan masyarakat yang telah bergerak cepat mengalirkan bantuan semampunya.

Namun, ia menegaskan bahwa langkah yang lebih besar, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh elemen negara harus segera dilakukan agar krisis kemanusiaan ini tidak semakin meluas.

Narasumber:

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH., MH.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *