banner 728x250

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Kesesi, Tidak Ada Tanda Kekerasan

banner 120x600
banner 468x60

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Kesesi, Tidak Ada Tanda Kekerasan

Pekalongan. Rajawalinusantara TV

banner 325x300

– Warga Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, digemparkan dengan penemuan seorang pria paruh baya yang meninggal dunia di saluran irigasi area persawahan pada Minggu (30/11/2025) siang. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit dalam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di aliran sungai kecil wilayah Dukuh Kesesi, Desa Kesesi. Korban bernama Drajat (56), warga Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi.

Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh Slamet Riyadi (56) saat sedang bekerja di area persawahan bersama seorang temannya. Slamet melihat seseorang tergeletak dalam posisi terlentang di saluran irigasi. Setelah didekati, ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Slamet kemudian meminta rekannya untuk menghubungi pihak keluarga korban, yaitu Casumi (65) dan Warhan (43), sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kesesi Polres Pekalongan.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Petugas Polsek Kesesi segera datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari olah TKP dan keterangan pihak keluarga, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di saluran irigasi persawahan,” ujar Kasubsi Penjas Sihumas Ipda Warsito, S.H., Minggu (30/11/2025).

Warsito menambahkan, pihak keluarga mengakui bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit dalam.

“Keluarga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat darah tinggi disertai vertigo. Korban juga kerap mengeluhkan sakit kepala dan sempat berobat ke Bidan Desa Srinahan,” jelasnya.

Keluarga Tolak Autopsi

Menyikapi musibah ini, keluarga menerima dengan ikhlas dan meyakini kematian korban sebagai musibah murni. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi.

“Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, tidak akan melakukan tuntutan hukum, dan menolak autopsi,” tutup Warsito.

Suswanto

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *