banner 728x250
Berita  

Lansia 76 Tahun Ditemukan Meninggal Terapung di Sungai Cibiuk Petarukan, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Pengawasan terhadap Orang Tua Lanjut Usia

banner 120x600
banner 468x60

 

PEMALANG, rajawalinusantaratv.id – Seorang warga lanjut usia bernama Riyatin (76) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di Sungai Cibiuk, Desa Widodaren RT 045 RW 007, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 11.13 WIB.

banner 325x300

Korban yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga diketahui beralamat di Desa Widodaren RT 028 RW 004, Kecamatan Petarukan. Penemuan jenazah tersebut mengakhiri pencarian yang telah dilakukan pihak keluarga sejak korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut keterangan saksi, Mujiyanto (48) dan Rendi Purwanto (24), keduanya warga Desa Widodaren, saat melakukan pencarian mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Cibiuk.
Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada jajaran Polsek Petarukan.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Karangasem.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Riya Binawati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 10 jam sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut disimpulkan bahwa penyebab kematian korban diduga murni karena terjatuh ke sungai dan tenggelam, tanpa adanya unsur tindak pidana.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban diketahui telah mengalami kondisi pikun atau linglung akibat faktor usia serta memiliki riwayat penyakit eksim. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Keluarga telah berupaya melakukan pencarian sejak korban meninggalkan rumah pada dini hari Selasa. Setelah korban ditemukan, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan medis.

Kapolsek Petarukan Aiptu Heru Pranowo, S.H., mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, khususnya orang tua yang telah lanjut usia atau mengalami kepikunan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan dan mengawasi orang tua yang sudah lanjut usia, terutama yang memiliki kondisi pikun atau mudah lupa. Jangan biarkan mereka keluar rumah sendirian tanpa pengawasan, terlebih mendekati sungai, saluran air, atau lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Polsek Petarukan berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar keluarga lebih peduli terhadap keselamatan lansia sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.  (Halim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *