banner 728x250

51 Warga Korban Longsor Situkung yang Mengungsi di Tengah Hutan Berhasil Dievakuasi Selamat

banner 120x600
banner 468x60

51 Warga Korban Longsor Situkung yang Mengungsi di Tengah Hutan Berhasil Dievakuasi Selamat

BANJARNEGARA. Rajawalinusantara TV

banner 325x300

– Upaya evakuasi korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, menunjukkan perkembangan signifikan pada Senin (17/11/2025) pagi. Sebanyak 51 warga yang sebelumnya terjebak di tengah hutan akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah bertahan semalaman di kandang sapi dan kambing yang berada jauh dari permukiman.

Proses evakuasi berlangsung sangat menantang. Tim SAR gabungan harus menaklukkan medan berat berupa tebing curam, jalur tanah licin, serta jurang rawan longsor susulan. Situasi ini membuat upaya penyelamatan berjalan lambat dan penuh kehati-hatian.

Setibanya di Posko Induk Kecamatan Pandanarum, para warga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan, pendataan, dan menerima makanan hangat untuk memulihkan kondisi mereka setelah semalaman bertahan di tempat darurat.

Salah satu warga, Tusri, mengisahkan momen kepanikan yang terjadi saat suara gemuruh longsor mengguncang pemukiman mereka. Bersama puluhan warga lain, ia bergegas menyelamatkan diri menuju area pemakaman dan kemudian masuk semakin jauh ke dalam hutan.

“Di tanah orang, di kandang sapi, di kandang kambing yang ada di hutan, semuanya jadi 51 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa malam itu sangat menegangkan karena banyak warga panik, sebagian menangis, dan sibuk mencari anggota keluarga yang terpisah.

“Ada yang anaknya belum pulang jadi kepikiran, ada yang cari keluarga, semuanya takut,” tuturnya.

Selama mengungsi di kandang ternak, warga beruntung mendapatkan bantuan logistik berupa makanan dan selimut yang dikirimkan oleh relawan ke titik persembunyian mereka. Tusri mengatakan mereka tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan terpaksa bermalam karena gelap serta kondisi medan yang amat berbahaya.

Pada Senin pagi, proses evakuasi kembali dilanjutkan. Jalur licin membuat perjalanan mereka lambat, dan beberapa warga yang memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti penderita stroke, memerlukan penanganan terlebih dahulu.

Menurut Tusri, warga sebenarnya telah mendapat imbauan untuk menyelamatkan diri ke arah kandang ternak yang berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman apabila terjadi tanda-tanda longsor. Kini, rumahnya mengalami kerusakan berat dan ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian terkait relokasi demi keselamatan jangka panjang.

“Harapannya semoga cepat tertangani dan bantuannya terus ada. Kami ingin pindah ke tempat lain karena tahun 2017 sudah pernah kejadian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Seluruh operasi SAR dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat tanah di Situkung masih terus bergerak. Sebanyak 90 personel gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk menyisir area terdampak serta memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.

Wana

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *