Pekalongan, Rajawalinusantaratv.id
– Kerja keras tim gabungan dalam menanggulangi kebakaran hutan pinus di Petak 39E RPH Tlogopakis, Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api yang melalap lahan hutan produksi seluas sekitar 5 hektare tersebut berhasil dipadamkan secara total pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Meski titik api utama telah padam, puluhan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, dan relawan masyarakat tetap disiagakan di lokasi sejak pukul 08.00 WIB. Petugas difokuskan pada upaya pendinginan (cooling down) serta pembersihan material sisa kebakaran.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Petungkriyono, Iptu Faridin, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa kobaran api di kawasan perbukitan tersebut kini sudah sepenuhnya terkendali.

“Alhamdulillah, per pagi ini kobaran api sudah berhasil dipadamkan total. Saat ini personel gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, dan warga fokus membersihkan material sisa kebakaran serta mengevakuasi pohon tumbang yang sempat melintang menutupi akses jalan desa,” ujar Iptu Faridin saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Iptu Faridin memaparkan, proses pendinginan terus digencarkan guna mengantisipasi bara api tersembunyi yang berisiko memicu kebakaran susulan. Langkah ini turut didukung pengerahan satu unit armada pemadam kebakaran milik Kodim 0710/Pekalongan.
“Untuk memastikan bara di dalam serasah daun kering dan batang kayu benar-benar padam, kami lakukan penyiraman intensif menggunakan armada Damkar Kodim 0710/Pekalongan. Penyisiran difokuskan pada area yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga Desa Curugmuncar,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sementara itu, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan perhitungan resmi oleh pihak Perhutani.
Kendati situasi berangsur kondusif, pihak kepolisian tetap mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya lanjutan, terutama hembusan angin kencang di area perbukitan yang rawan merobohkan pohon lapuk bekas terbakar.
“Hembusan angin di lokasi perbukitan masih cukup kencang. Yang kami antisipasi adalah sisa bara api di ceruk-ceruk tebing yang sulit dijangkau kembali menyala, serta pohon-pohon yang hangus terbakar menjadi rapuh dan rawan tumbang sewaktu-waktu,” imbuh Faridin.
Demi keselamatan bersama, Polsek Petungkriyono mengimbau warga maupun pengguna jalan untuk sementara waktu menunda mobilitas di jalur penghubung Desa Curugmuncar – Songgodadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melintas terlebih dahulu di sekitar titik lokasi kebakaran demi keselamatan. Saat ini kami terus berkoordinasi intensif dengan Forkopimcam, Pemdes Curugmuncar, dan Perhutani guna melakukan patroli berkala guna mencegah terjadinya kebakaran susulan,” pungkasnya. (Sus)
















