Pemalang, Rajawali Nusantara TV
-Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan rapat pleno tertutup, Sabtu (25/01) di kantor DPC PPP.
Hal ini menindaklanjuti surat dari DPW PPP Jateng pada tanggal 20 Januari 2025 lalu agar DPC melakukan rapat pleno untuk klarifikasi permasahan yang ada selama ini. Kisruh internal yang terjadi ditubuh PPP Pemalang sebenarnya sudah lama terjadi.
Namun puncak friksi ini terjadi saat harlah PPP ke 52 di kantor DPC PPP yang dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2025. Rupanya, dari 14 PAC yang diundang yang hadir hanya 10 PAC saja. Mereka (ke sepuluh PAC) justeru lebih asyik ngobrol dengan DPW.
Hari ini, melalui undangan Ketua DPC PPP Fahmi Hakim, PH DPC, pimpinan majelis cabang, ketua dan sekretaris PAC, serta anggota fraksi PPP serta DPW Jateng hadir untuk melakukan klarifikasi.
Dalam kesempatan itu, Akrom Hasanu dari PAC Watukumpul l mempertanyakan soal uang sebesar 963.000.000 yang entah kemana, darimana dan untuk apa.
” Kita semua tau tentang hal ini, karena itu kami menyatakan mosi tidak percaya ,” tandasnya.
Lebih lanjut Akrom mengatakan bahwa ketua DPC dalam hal ini Fahmi Hakim itu arogan dan sering membuat sakit hati PAC dengan mengatakan lupa ingatan dan juga janji-janji yang tidak ditepati.
Sementara itu, beberapa PAC mengatakan bahwa Fahmi beralasan bahwa uang yang masuk kerekening itu sebagain membayar utang dan membayar kegiatan partai.

Diketahui rapat pleno soal klarifikasi masalah di ditubuh PPP dihadiri oleh 14 PAC dari 15 PAC yang ada. Informasinya PAC Randudongkal tidak hadir karena tidak bisa pulang.
Namun melalui vidio Wardoyo ketua PAC Randudongkal tetap mendukung dan bersama PAC lain yang mendukung somasi ketua DPC PPP Pemalang.
Hal lain berdasarkan keterangan dari beberapa PAC rapat ditutup paksa oleh DPW Jateng. Lalu, pimpinan rapat Syahrir mengatakan bahwa hasil rapat akan disampaikan ke DPW.
” Rapat ada dua season dan yang kedua itu sanggahan dari PAC. Itu pasti akan lebih panas,” Terang beberapa PAC.
Kita akan presure DPW agar aspirasi dan keinginan PAC di penuhi oleh DPW lanjut mereka.
” Ya apapun alasannya, bukti dari MA itulah yang menjadi pegangan kami,” pungkasnya.
(Chaerun)

















