Insentif Guru Ngaji di Indramayu Belum Jelas, Ketua Per-Guji: Jangan Hanya Jadi Janji Retorika
Indramayu – Rajawalinusantaratv.id
– Harapan para guru ngaji di Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu hingga kini masih belum menemukan kepastian. Hal tersebut terungkap dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Ngaji (Per-Guji) Indramayu dengan pihak pemerintah daerah yang berlangsung di Pendopo Indramayu pada Senin, 10 Maret 2025.
Ketua DPD Per-Guji Indramayu, Lukman, SH, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya menerima sejumlah penyampaian terkait rencana peningkatan kesejahteraan guru ngaji di Kabupaten Indramayu. Salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana pemberian anggaran insentif bagi para guru ngaji yang selama ini aktif mengajar Al-Qur’an di berbagai musholla dan majelis taklim.
Menurut Lukman, para guru ngaji yang tergabung dalam DPD Per-Guji Indramayu tersebar di 31 kecamatan dan 317 desa/kelurahan, dengan aktivitas mengajar di sekitar 3.200 musholla di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.
“Dalam audiensi tersebut disampaikan adanya rencana pemberian anggaran insentif bagi seluruh guru ngaji di Kabupaten Indramayu. Ini tentu menjadi harapan besar bagi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri dalam pendidikan Al-Qur’an di masyarakat,” ujar Lukman, Sabtu (15/3/2025).

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan selanjutnya juga disampaikan rencana pemberian insentif atau bantuan langsung sebesar Rp200.000 per bulan untuk setiap guru ngaji. Sayangnya, setelah pihaknya melakukan penelusuran terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Indramayu Tahun Anggaran 2026, usulan tersebut ternyata belum tercantum.
“Setelah kami telusuri lebih jauh dalam RAPBD Indramayu 2026, ternyata anggaran insentif untuk guru ngaji ini belum diajukan oleh Bupati Indramayu kepada DPRD. Artinya hingga saat ini belum ada alokasi anggaran. Bagi kami, hal ini terasa seperti hanya janji retorika,” tegas Lukman dengan nada kecewa.
DPD Per-Guji Indramayu berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan para guru ngaji. Mereka menilai peran guru ngaji sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia serta memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait belum masuknya anggaran insentif tersebut dalam RAPBD 2026. Sementara itu, DPD Per-Guji Indramayu menyatakan akan terus mengawal usulan tersebut agar dapat masuk dalam anggaran perubahan atau pembahasan anggaran selanjutnya.
Atim Sawano

















