Heboh Dugaan Jual Beli LKS di SMPN 1 Losarang, Kepsek Roenah Tegaskan Tidak Ada Kewajiban Membeli: Siswa Bisa Pinjam Buku di Perpustakaan

banner 120x600

INDRAMAYU. Rajawalinusantaratv.id

– Dugaan praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan dan menimbulkan keresahan di kalangan wali murid. Kali ini, isu tersebut mencuat di SMP Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

banner 325x300

Menanggapi kabar yang beredar di tengah masyarakat, Kepala SMPN 1 Losarang, Roenah, S.Pd., memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah adanya praktik komersialisasi buku pelajaran maupun kebijakan sekolah yang mewajibkan siswa membeli LKS.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (25/9/2026), Roenah menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menginstruksikan siswa untuk membeli LKS. Ia juga membantah adanya kerja sama dengan pihak pengadaan, penerbit, maupun toko buku tertentu terkait penyediaan buku latihan siswa.

“Saya tegaskan, kami tidak pernah menginstruksikan siswa untuk membeli LKS, dan kami juga sama sekali tidak bekerja sama dengan pengada mana pun. Isu yang beredar itu tidak benar,” tegas Roenah.

### Guru Didorong Membuat Bahan Ajar Secara Mandiri

Roenah menjelaskan, sebagai upaya mendukung proses pembelajaran tanpa membebani orang tua dengan biaya pembelian buku tambahan, pihak sekolah mendorong para guru untuk lebih kreatif dalam menyusun bahan ajar.

Ia telah memberikan arahan kepada seluruh dewan guru agar membuat lembar kerja atau modul latihan secara mandiri, yang disesuaikan dengan kurikulum serta karakteristik dan kebutuhan siswa di kelas.

Menurutnya, bahan ajar yang disusun langsung oleh guru dapat lebih relevan dengan materi pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

“Kami ingin rekan-rekan guru mengeluarkan kreativitasnya membuat lembar kerja sendiri. Selain lebih hemat, materi yang disampaikan secara langsung dan dirancang oleh guru yang mengajar pasti lebih nyambung dan mengena kepada anak-anak. Guru tahu persis apa yang dibutuhkan oleh siswanya,” imbuhnya.

### Perpustakaan Jadi Solusi, Siswa Bisa Meminjam Buku Selama Satu Semester

Selain mendorong kreativitas guru, SMPN 1 Losarang juga mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai sarana penyediaan buku referensi dan bahan latihan bagi para siswa.

Pihak sekolah secara bertahap melengkapi koleksi perpustakaan dengan berbagai buku referensi, termasuk buku-buku yang memuat latihan soal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Roenah menjelaskan bahwa siswa dapat meminjam buku latihan sesuai kebutuhan mata pelajaran masing-masing. Buku tersebut dapat digunakan selama satu semester penuh sehingga siswa tetap memiliki akses terhadap bahan latihan tanpa harus membeli buku sendiri.

“Anak-anak bisa meminjam buku latihan yang mereka inginkan di perpustakaan. Sistemnya, buku tersebut bisa dipinjam dan digunakan oleh siswa selama satu semester penuh. Jadi, tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak memiliki bahan latihan,” jelasnya.

### Pengadaan Buku Latihan 11 Mata Pelajaran Capai 50 Persen

Lebih lanjut, Roenah mengungkapkan bahwa upaya pengadaan buku latihan di perpustakaan berawal dari usulan tenaga pustakawan sekolah yang ingin memenuhi kebutuhan literasi dan bahan latihan untuk 11 mata pelajaran inti.

Program tersebut menargetkan ketersediaan buku dalam jumlah yang memadai, disesuaikan dengan jumlah siswa agar seluruh peserta didik dapat memperoleh akses terhadap bahan pembelajaran.

Roenah menyampaikan rasa syukurnya karena proses pemenuhan koleksi buku latihan tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah, saat ini progresnya sudah mencapai 50 persen. Separuh dari kebutuhan buku untuk 11 mata pelajaran sudah ada di perpustakaan kita dan anak-anak sudah bisa mulai meminjamnya,” tambahnya.

### Sekolah Tegaskan Komitmen terhadap Pendidikan Tanpa Beban Biaya Buku yang Tidak Semestinya

Klarifikasi yang disampaikan Kepala SMPN 1 Losarang tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada wali murid sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang transparan dan tidak membebani orang tua dengan kewajiban pembelian buku yang tidak semestinya.

Melalui kreativitas tenaga pendidik dan optimalisasi perpustakaan, SMPN 1 Losarang berupaya menyediakan bahan pembelajaran yang dapat diakses siswa tanpa harus bergantung pada pembelian LKS.

Masyarakat dan komite sekolah diharapkan turut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan pendidikan agar tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, hak siswa untuk memperoleh bahan pembelajaran dapat terpenuhi, sementara wali murid mendapatkan kepastian mengenai kebijakan penyediaan buku di lingkungan sekolah.

Atim Sawano

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *