Duka di Proliman Ronggojati: Pintu Air Jebol, Petani dan PUPR Berpacu dengan Waktu
Wonogiri, 9 April 2025
RajawaliNusantaraTV.id
Pagi itu seperti biasa, dEn roNGgo—sosok yang dikenal sebagai Pembantu Petani Indonesia—melangkah ke Proliman Ronggojati, sebuah pintu air pembagi aliran irigasi yang vital bagi petani di wilayah Gemuyu. Setiap hari ia membersihkan sampah yang menumpuk di permukaan air, namun kali ini pemandangan berbeda membuatnya tertegun.

Pintu air Proliman Ronggojati tampak jebol dan menganga, tak lagi mampu menahan beban sampah yang terus datang dari waktu ke waktu. Kerusakan ini menjadi simbol nyata kemerosotan kesadaran kolektif manusia terhadap pentingnya menjaga dan merawat alam. Sampah yang seharusnya tak berada di sana, justru menghancurkan sarana penting penopang kehidupan petani.
Menyadari kondisi yang genting, dEn roNGgo segera menghubungi pihak Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri. Seperti yang sudah diduga, persoalan anggaran menjadi kendala utama dalam penanganan cepat. Meski demikian, tak lama berselang, empat personel dari PUPR datang untuk mengadakan musyawarah darurat.
Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa target utama adalah memasang Scotbalok (balok kayu pengganti pintu air sementara) sebelum pukul 14.00 WIB demi menyelamatkan Masa Tanam ke-2 (MT2) tahun ini. Waktu yang sangat sempit, namun harapan tetap digantungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Penolong Sejati.
Tanpa menunda waktu, tim teknis dari PUPR—yakni Bapak Sulis dan Bapak Sukatmo—langsung memimpin proses pembuatan 12 batang Scotbalok dengan ketebalan 8 cm, disesuaikan dengan kondisi masing-masing balok kayu. Mas Agung, ahli dalam penebangan dan penggergajian kayu, bekerja tanpa jeda, tanpa makan siang, demi mengejar waktu dan mencegah kerugian lebih besar bagi para petani.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk para petani dan alam tak boleh pernah berhenti. DEn roNGgo dan tim adalah potret nyata harapan di tengah krisis. Semoga semangat mereka menginspirasi kita semua untuk tidak pernah lelah, jika ingin melihat PETANI GEMUYU tetap tersenyum.
Red/Sus

















