banner 728x250
Sosial  

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 Digelar di Kajen, 561 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran

banner 120x600
banner 468x60

Pekalongan, Rajawalinusantaratv.id – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Pekalongan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, TNI, serta sejumlah stakeholder terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat Candi 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Mandurorejo, Kajen, pada Kamis (12/03/2026) sore tersebut menjadi penanda dimulainya pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Pekalongan.

banner 325x300

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak koordinasi lintas sektoral untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat koordinasi sebelumnya. Kita mensolidkan barisan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sesuai anjuran Kementerian Dalam Negeri, kepala daerah juga akan standby selama 13 hari ke depan tanpa meninggalkan wilayah provinsi,” ujar Sukirman.

Selain pengamanan, Sukirman juga menyoroti kesiapan infrastruktur yang menjadi perhatian pemerintah daerah menjelang arus mudik.

“Untuk jalan yang mengalami kerusakan, target kami H-3 sebelum Lebaran sudah diperbaiki seluruhnya, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun para pemudik,” tambahnya.

561 Personel Gabungan Siaga di Jalur Mudik
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 561 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait akan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah titik strategis.

“Kami menyiapkan tiga titik utama, yaitu Pos Pelayanan di Rest Area 338A Tol untuk arus mudik, serta dua Pos Pengamanan di kawasan IBC Wiradesa dan Kedungwuni untuk jalur arteri.

Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 17 dan 18 Maret,” ungkap AKBP Rachmad.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi cuaca ekstrem berdasarkan informasi dari BMKG. Pasukan khusus bersama BPBD dan Basarnas disiagakan untuk menghadapi kemungkinan gangguan akibat curah hujan tinggi, baik di jalur tol maupun di jalur Pantura.

Layanan Penitipan Kendaraan Gratis
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polres Pekalongan juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Bagi warga yang mudik, pastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan aman. Kami di jajaran Polres hingga Polsek siap menerima penitipan kendaraan agar masyarakat bisa mudik dengan tenang tanpa rasa khawatir,” imbau Kapolres.

Pembatasan Truk Sumbu Tiga
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik, mulai 13 Maret 2026 kendaraan berat atau truk dengan tiga sumbu atau lebih dilarang melintas di jalur tol maupun jalur Pantura.

Namun, pengecualian diberikan bagi kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina serta kendaraan yang membawa kebutuhan pokok atau sembako.

“Kami akan melakukan pemantauan secara ketat di jalur tol dan Pantura.

Imbauan juga telah kami sampaikan kepada para penyedia jasa angkutan agar mematuhi aturan waktu yang telah ditentukan demi kelancaran arus lalu lintas bersama,” tutup AKBP Rachmad.  Halim

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *