banner 728x250

Cuaca Ekstrem dan Tanah Labil Hambat Pencarian 26 Warga Hilang Longsor Pandanarum

Oplus_131072
banner 120x600
banner 468x60

Cuaca Ekstrem dan Tanah Labil Hambat Pencarian 26 Warga Hilang Longsor Pandanarum

Banjarnegara. Rajawalinusantara TV

banner 325x300

– Upaya pencarian dan penyelamatan korban hilang akibat longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, terus dikebut oleh tim SAR gabungan di tengah tantangan cuaca yang tak menentu dan kondisi tanah yang masih labil. Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menyebutkan bahwa hingga Senin (18/11/2025), sebanyak 26 warga masih dinyatakan hilang.

Cuaca Ekstrem dan Tanah Labil Hambat Pencarian 26 Warga Hilang Longsor Pandanarum

“Tim SAR gabungan menghadapi beberapa kendala di lapangan, yaitu tanah yang masih labil sehingga berpotensi terjadi longsor susulan, serta cuaca yang tidak menentu,” ujar Budiono dalam keterangannya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini total dua korban ditemukan meninggal dunia. Selain itu, tim berhasil mengevakuasi 41 warga yang sebelumnya bertahan di dalam hutan untuk menyelamatkan diri saat longsor terjadi. “Satu warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jadi total korban meninggal dua orang, dan masih ada 26 warga dalam pencarian,” jelasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, menambahkan bahwa 26 warga tersebut awalnya dilaporkan hilang pascalongsor. “Total 26 orang, tadi ditemukan satu dalam kondisi meninggal,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa 26 warga yang belum ditemukan diduga tertimbun material longsor. “Hingga Senin, BPBD Banjarnegara memperkirakan 26 warga masih tertimbun. Tim SAR masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi terdampak,” jelas Abdul.

Selain dua korban jiwa, terdapat dua warga yang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD Banjarnegara serta Puskesmas Pandanarum. Jumlah warga mengungsi juga meningkat menjadi 823 orang. Para pengungsi kini tersebar di tiga titik, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba.

“Untuk mendukung kebutuhan para pengungsi, BPBD telah mengaktifkan dapur umum di kantor kecamatan,” kata Abdul. Ia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit, dan family kit.

Bencana longsor di Dusun Situkung tersebut terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat pada Sabtu sore pekan lalu. Curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama terjadinya longsor yang menimbun permukiman warga.

Prapto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *