Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan: Pulihkan Ekonomi Rakyat, Wujudkan 1 Miliar Lapangan Kerja!

banner 120x600

Jakarta.Sinarpantura TV

– Tokoh nasional sekaligus internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE., SH., MH., meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, hadir langsung di tengah penderitaan rakyat dengan mengambil langkah nyata untuk memulihkan ekonomi kerakyatan.

banner 325x300

Menurutnya, Presiden harus segera menghimpun para pakar ekonomi dan instruksi jelas kepada menteri-menterinya untuk bergotong royong menciptakan satu miliar lapangan kerja bagi para sarjana berbagai disiplin ilmu maupun pengangguran lain yang hingga kini belum memiliki pekerjaan.

“Kondisi sudah sangat genting. Kesabaran rakyat ada batasnya. Presiden harus memerintahkan para menteri dan penasehat ahli berkolaborasi menciptakan lapangan kerja nyata, bukan hanya janji,” tegas Prof. Sutan dalam pernyataan pers di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan: Pulihkan Ekonomi Rakyat, Wujudkan 1 Miliar Lapangan Kerja!

Potret Nyata Kesengsaraan Rakyat

Kenyataan pahit di lapangan memperlihatkan betapa sulitnya kehidupan masyarakat saat ini. Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta mengungkapkan bahwa penghasilannya terus menurun drastis akibat melemahnya daya beli masyarakat.

“Dulu ada pelanggan tetap untuk antar-jemput belanjaan. Sekarang sudah berhenti, karena harga barang mahal, warung nasi dan katering pun banyak yang gulung tikar,” keluhnya.

Di kawasan Cipinang dan sekitarnya, berbagai aduan masyarakat mengalir. Senyum bercampur air mata menggambarkan penderitaan rakyat yang makin sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Seorang ibu bernama Putri, dengan tiga anak kecil, menuturkan kisah pilunya. Ia kerap tidak makan selama dua hari, hanya mengandalkan air putih untuk menahan lapar. Jika beruntung, tetangga memberikan sisa makanan agar ketiga anaknya bisa makan, sementara dirinya memilih menahan perut kosong.

Suaminya hanya bekerja sebagai karyawan toko pakan hewan dengan gaji kecil, yang sebagian besar habis untuk membayar kontrakan Rp1 juta per bulan. Ditambah lagi, kondisi kesehatan Putri yang mengidap epilepsi sejak usia 14 tahun membuatnya tidak mampu bekerja.

“Bantuan pemerintah seperti BLT tidak pernah saya dapat. Padahal kami benar-benar membutuhkan,” ungkap Putri, warga RT 06 RW 05, Cipinang Pulo Maja, Jakarta Timur.

Realita Penghasilan Rakyat

Liputan media di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, menemukan mayoritas warga menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan:

Pemulung: rata-rata hanya mendapat Rp25.000 per hari.

Ojol: rata-rata penghasilan bersih Rp35.000 per hari.

Angka tersebut jelas tidak mencukupi untuk makan tiga kali sehari, apalagi memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Kalau di Jakarta saja masyarakat semakin miskin, bisa dibayangkan bagaimana nasib rakyat di daerah lain,” tutur Hadi, seorang ojol yang ditemui di kawasan belakang penjara Cipinang.

Harapan Prof. Sutan

Melihat kondisi tersebut, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib turun tangan memberikan bantuan nyata, minimal berupa distribusi beras murah agar masyarakat bisa makan layak.

“Rakyat makin susah. Pemerintah jangan tutup mata. Bantuan beras harus diberikan, dan lapangan kerja harus segera dibuka untuk rakyat,” pungkasnya.

📌 Narasumber:

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE., SH., MH.

(Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia, Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus Jakarta)

Call Centre: 08118419260

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *