Prof. Dr. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Bentuk Satgas Khusus Berantas Rekening Kriminal dan Pencucian Uang

banner 120x600

Jakarta, Rajawalinusantara TV

Kasus penyalahgunaan rekening untuk aktivitas kriminal bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi masalah global yang semakin mengkhawatirkan. Ratusan ribu rekening fiktif atau ilegal (dikenal sebagai “rekening JUDOL”) tersebar luas dan digunakan untuk mengalirkan uang secara ilegal ke luar negeri, dengan total nilai triliunan rupiah setiap bulannya. Sayangnya, pihak bank tampak tutup mulut, sementara praktik ini semakin merugikan rakyat Indonesia.

banner 325x300

Menurut Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., terdapat dugaan kuat keterlibatan oknum elit bisnis dan pejabat penting yang berlindung di balik jaringan rekening kriminal ini. Oleh sebab itu, Prof. Nasomal mendesak Presiden RI, Jenderal Haji Prabowo Subianto, untuk segera membentuk Satgas Rekening Kriminal. Satgas ini harus diberikan kewenangan penuh dan mampu bekerja sama lintas lembaga hukum, bahkan dengan otoritas luar negeri, guna mengungkap dan memberantas praktik pencucian uang yang kian merajalela.

Dalam wawancara eksklusif melalui telepon, Prof. Nasomal menyoroti peran besar perdagangan narkoba dalam mengalirkan dana ilegal hingga triliunan rupiah ke luar negeri. Modus operandi para pelaku sangat licin, sehingga banyak bank enggan melaporkan transaksi mencurigakan yang sebenarnya berpotensi merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Lebih lanjut, Prof. Nasomal menekankan perlunya transparansi penuh di dunia perbankan, terutama terkait pembukaan rekening secara online yang mudah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Kurangnya pengawasan dan lemahnya sistem filter membuka celah besar bagi berkembangnya rekening-rekening kriminal.

Selain itu, Prof. Nasomal juga mempertanyakan peran intelijen nasional yang dinilai kurang maksimal dalam mengatasi mafia narkoba dan perjudian ilegal yang merusak tatanan bangsa. “Indonesia seperti tanpa pagar dan pintu,” ujarnya. Ia menuding adanya keterlibatan oknum birokrat dan orang dalam lembaga negara yang memfasilitasi kejahatan ini dengan mudah dibeli atau disogok.

Satgas Rekening Kriminal yang diusulkan Prof. Nasomal harus memiliki kekebalan hukum agar berani menindak siapapun, termasuk oknum jenderal dan elit besar yang diduga memiliki kekayaan tidak wajar dan belum dilaporkan secara transparan. Keberanian Presiden Prabowo dalam mendukung penuh pemberantasan pencucian uang, termasuk kemampuan menarik aset di bank luar negeri, sangat diharapkan untuk menyelamatkan ekonomi rakyat dari praktik korupsi dan pengemplangan pajak yang telah berlangsung puluhan tahun.

Presiden harus tampil sebagai pemimpin tegas yang pro kepada jutaan rakyat Indonesia yang semakin terpuruk akibat permainan kotor pencucian uang dan korupsi yang merajalela. Jangan sampai hanya menjadi slogan kosong seperti yang sering terjadi sebelumnya.

Prof. Nasomal menegaskan, sistem “Wanipiro” yang memungkinkan oknum bebas dari jeratan hukum harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Jika tidak, Indonesia akan terus dijajah oleh kepentingan kelompok elit yang memiskinkan bangsa ini, bahkan hingga ribuan tahun ke depan.

Rakyat Indonesia menaruh harapan besar pada sosok Pak Prabowo, yang dikenal sebagai “Singa Asia” — seorang pemimpin gagah berani yang mampu memimpin perjuangan besar melawan segala bentuk penyakit yang merusak negeri ini.

 

Red/SP

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *