Garut, Rajawalinusantara TV
– Suasana haru dan duka menyelimuti acara makan gratis yang digelar di Alun-Alun Garut. Kegiatan yang semula bertujuan mulia untuk berbagi makanan kepada masyarakat berubah menjadi tragedi, 20 Juli 2024
Puluhan warga dilaporkan mengalami pingsan dan sesak napas, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD dr. Slamet dan RS Guntur Garut, berikut ini daftar korban yang mengalami pingsan dan mendapat penanganan medis:
Nenih – Sukatani, Cisurupan
Iyah (49 tahun) – Panunggaran, Sukabakti
Iis Ismayati (48 tahun) – Kemuning Pramuka, Pakuwon
Siti Hasanah (65 tahun) – Bojong Salam
Tasya Aulia (16 tahun) – Cipanas, Tarogong Kaler
Onyas (45 tahun) – Cijungkung, Siliwangi
Safira (14 tahun) – Ciwalen, Garut Kota
Sipa Fauziah (17 tahun) – Cilawu Genteng
Yati Haryati (56 tahun) – Gunung Puntang
Mimi (56 tahun) – Sukapadang, Tarogong Kidul
Aris Krisdina (48 tahun) – Bojongloa Kaler, Bandung
Iyan (33 tahun) – Pataruman, Tarogong Kidul
Zahra Novania (14 tahun) – Bayongbong
Sutisna (66 tahun) – Bandung
Sementara itu, tiga korban meninggal dunia yang telah dikonfirmasi pihak rumah sakit adalah:
Vania – Sindangheula, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota
Dewi Jubaedah – Jl. Lontar II, Koja
BRIPKA Cecep Syaeful Bahri, S.H. – Anggota Polsek Karangpawitan, Polres Garut (meninggal di RS Guntur)
Penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada overkapasitas dan kondisi cuaca panas yang menyebabkan kepadatan dan kurangnya ventilasi di area acara.
Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya (husnul khotimah), dan seluruh korban yang dirawat segera diberi kesembuhan. Aamiin.
Red/rajawalinusantara TV
















