**KAJEN – PEKALONGAN**
– Rajawalinusantara TV** – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pendidikan politik dan peningkatan demokrasi bertajuk “Koordinasi dan Komunikasi Politik serta Peningkatan Demokrasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2024” pada 23 Maret 2025.
Acara yang berlangsung di bulan Ramadan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan partai politik.
Dalam kesempatan ini, narasumber yang hadir antara lain H. Sumar Rosul, S.IP., MM., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PDI Perjuangan; Dodiek Prasetyo, S.PD, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PDI Perjuangan; Laetul Izzah, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan; dan Suheru, S.SI., Perwakilan dari Kesbangpol. Mereka memberikan pemaparan tentang pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya dalam menyikapi hasil Pemilu 2024 dengan sikap bijak dan dewasa.
“Agenda ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman politik, kesadaran berpolitik, serta kedewasaan dalam berdemokrasi bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kami bermitra dengan Kesbangpol dan melibatkan berbagai tokoh masyarakat serta rekan-rekan media,” ujar Sumar Rosul dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan pasca pemilu dan menghindari perpecahan di masyarakat. Sumar menambahkan, “Setelah pemilu, kita harus kembali bersatu. Tidak boleh ada yang menyimpan dendam atau kebencian. Yang menang tidak boleh jumawa, dan yang kalah tidak boleh marah.”
Sumar Rosul juga menegaskan bahwa pemilu adalah proses lima tahunan yang berkelanjutan, dan setiap periode akan ada pergantian calon serta tim sukses. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat membangun kedewasaan politik untuk menghindari siklus politik yang merugikan.
Dalam sesi diskusi, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Lailatul Izzah, menjelaskan tahapan pemilu serta peran masyarakat dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Sumar Rosul dan Dodiek Prasetyo juga menyoroti pentingnya komunikasi politik yang baik untuk memperkuat sistem demokrasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan agar lebih kritis dalam memilih pemimpin dan tidak mudah terpengaruh oleh politik identitas atau kampanye negatif.
Acara ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi antar elemen masyarakat, terutama di bulan Ramadan, untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.
Red/sus
















