PEMALANG – Rajawalinusantaratv.id
– Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Pemalang menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala pasar untuk mendorong pembentukan komisariat di setiap kecamatan.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Ruang Rapat Bidang Perdagangan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara APPSI dan pengelola pasar dalam memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan para pedagang pasar tradisional.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjembatani berbagai persoalan yang dihadapi pedagang, mulai dari stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok hingga kebutuhan kesejahteraan dan perlindungan pedagang.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Pemalang, Patoni, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Perum Bulog terkait pemenuhan kebutuhan bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan komoditas lainnya.
“Kami saat ini sedang menjalin komunikasi dengan Bulog, jadi kami juga harus mendata pedagang pasar,” ujar Patoni.
Selain membahas pendataan pedagang, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana pembentukan paguyuban yang nantinya akan menjadi bagian dari komisariat APPSI di tingkat kecamatan.
Salah seorang kepala pasar menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan bahwa keberadaan APPSI sudah cukup dikenal di kalangan pengelola pasar dan berharap organisasi tersebut dapat bersinergi dalam mendorong kemajuan pasar tradisional.
“Kami apresiasi dengan APPSI. Kami berharap bisa bersinergi. Kami membutuhkan dukungan agar pasar tradisional bisa menggeliat kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan APPSI Kabupaten Pemalang, Hepy Priyanto, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pemalang, mengatakan bahwa organisasi tersebut memiliki kepentingan untuk mendorong berbagai inisiatif yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pedagang pasar.
“Harapannya, organisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi Pemalang dan para pedagang,” kata Hepy.
Lebih lanjut, Hepy mengungkapkan bahwa kondisi pedagang pasar tradisional masih menghadapi berbagai tantangan sejak pandemi COVID-19. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kerja sama berbagai pihak agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali tumbuh dan berkembang.
“Kondisi ini terjadi sejak pandemi, jadi kita harus memberikan dukungan agar pasar tradisional bangkit dan eksis,” tandasnya.
Melalui rencana pembentukan komisariat di setiap kecamatan, DPD APPSI Kabupaten Pemalang berharap komunikasi antara organisasi, kepala pasar, dan pedagang semakin kuat sehingga berbagai kebutuhan serta aspirasi pedagang dapat tersalurkan dengan lebih baik.
(Chaerun – Rajawali Nusantara TV)
















