Berita  

Dinilai Kooperatif Pulihkan Tanggul Embung Rancamulya” IWO-I Indramayu Apresiasi Sikap Warga Sekar mulya

banner 120x600

LINDRAMAYU. sinarpanturatv.id

– Di tengah maraknya polemik tata ruang yang kerap menyeret masyarakat kecil ke ranah hukum, sebuah potret integritas lahir dari Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan. Hamdani, warga yang sempat terseret persoalan pengerukan tanah di sekitar tanggul Embung Rancamulya, memilih langkah ksatria: mengakui kekeliruan, menghentikan aktivitas, dan memulihkan kondisi lahan secara mandiri.

banner 325x300

Persoalan ini berakar dari batas kawasan yang belum dipahami secara utuh oleh warga awam. Tanpa latar belakang teknis mengenai zonasi konservasi sumber daya air, Hamdani mengira area tersebut merupakan lahan kering bebas yang dapat dirapikan. Tidak ada motif eksploitasi ataupun niat merusak fasilitas publik dalam tindakannya.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau lokasi tersebut termasuk bagian dari struktur tanggul embung,” tuturnya.
Nilai keteladanan tampak jelas dari reaksi Hamdani pascaklarifikasi.

Tanpa menunggu teguran formal maupun ancaman sanksi, ia langsung berinisiatif merestorasi area terdampak. Tanah yang sempat tergali dikembalikan dan diratakan kembali ke kondisi semula demi menjaga integritas fisik embung sebagai penampung air serta pengendali banjir.

Langkah kooperatif ini mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Indramayu, Atim Sawano. Ia menilai pendekatan berbasis keadilan restoratif jauh lebih tepat diterapkan pada kasus kekeliruan tanpa unsur kesengajaan.

“Kita perlu melihat duduk perkaranya secara objektif. Ketika kekeliruan terjadi murni akibat ketidaktahuan dan yang bersangkutan langsung beritikad baik memulihkannya, penyelesaian restoratif jauh lebih mendidik dan solutif dibandingkan jalur represif,” jelas Atim.

Menjaga kelestarian infrastruktur publik seperti Embung Rancamulya adalah prioritas mutlak. Kendati demikian, penegakan aturan yang dibarengi edukasi dan kebijaksanaan akan menumbuhkan kepatuhan sukarela yang jauh lebih kokoh di tingkat akar rumput.

Tanggung jawab nyata yang ditunjukkan Hamdani menjadi pengingat penting: kekeliruan dapat diselesaikan dengan itikad baik, dan pelestarian lingkungan paling efektif dibangun melalui kesadaran bersama yang memanusiakan warga.

Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *