Indramayu – Rajawalinusantaratv.id
Dunia pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu kembali dihebohkan dengan dugaan macetnya dana tabungan siswa milik enam Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Losarang. Dana yang tersimpan di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) BKD Jumbleng tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, dan hingga kini belum dapat dicairkan kepada para siswa maupun wali murid.
Informasi ini mencuat setelah sejumlah guru dari sekolah-sekolah yang terdampak menyampaikan keluhan kepada awak media. Demi alasan keamanan dan kenyamanan, mereka meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut keterangan para guru, dana tersebut merupakan hasil tabungan rutin para siswa yang dihimpun selama periode tertentu. Sesuai kesepakatan, uang tersebut seharusnya dapat dikembalikan kepada para penabung ketika jatuh tempo. Namun hingga kini, pencairan belum juga terealisasi.
> “Kami sangat khawatir karena ini adalah hak anak-anak. Sampai hari ini kami belum bisa membagikan dana tabungan kepada wali murid karena uangnya masih tertahan di pihak LKM,” ujar salah seorang guru.
Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali berupaya melakukan komunikasi dengan manajemen LKM BKD Jumbleng guna mencari solusi. Namun, hingga kini penyelesaian persoalan tersebut belum menemukan titik terang.
Demi menjaga kondusivitas kegiatan belajar mengajar, sekolah memilih menunda langkah-langkah lanjutan sampai seluruh agenda akademik semester ini selesai. Kendati demikian, mereka menegaskan akan terus memperjuangkan hak para siswa.
> “Kami akan terus menagih hak sekolah dan para siswa. Dana tersebut merupakan tabungan milik anak-anak yang wajib dikembalikan oleh pihak LKM,” tegas sumber tersebut.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, kasus serupa pernah terjadi di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Indramayu dengan lembaga keuangan yang berbeda. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pengelolaan dana masyarakat oleh lembaga keuangan mikro di daerah.
Saat dikonfirmasi, awak media mendatangi kantor LKM BKD Jumbleng di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang. Perwakilan lembaga bernama Asep membenarkan adanya kendala pencairan dana tabungan milik enam SD di wilayah tersebut.
Menurut Asep, hingga saat ini pihak LKM baru mampu membayarkan sekitar 20 persen dari total dana yang menjadi kewajibannya kepada sekolah-sekolah tersebut.
Ketika dimintai kesempatan bertemu dengan pimpinan LKM BKD, Asep menyampaikan bahwa pimpinan sedang tidak berada di kantor. Ia menyarankan agar pertemuan dilakukan melalui penjadwalan terlebih dahulu.
Asep juga mengonfirmasi bahwa total dana yang belum dibayarkan kepada keenam sekolah diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan terjadi karena lembaga sedang mengalami gangguan arus kas (cash flow) akibat banyaknya piutang yang belum tertagih.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang berharap uang tabungan anak-anak mereka dapat segera dikembalikan secara utuh. Mereka juga menantikan langkah konkret dari instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu serta pihak berwenang yang membidangi pengawasan lembaga keuangan, agar persoalan ini segera memperoleh kepastian penyelesaian.
(Atim Sawano)
















