banner 728x250

Daerah Irigasi Balong bikin SENSASI ditengah kegalauan PETANI .

banner 120x600
banner 468x60

Daerah Irigasi Balong bikin SENSASI  ditengah kegalauan PETANI .

 

banner 325x300

 

Wonogiri penghujung Februari

Media rajawalinusantaratv.id

Menurunnya hasil panen padi para petani bukan karena hama ataupun bencana .

 

Konon ditahun delapan puluhan Petani  menanam padi tiga kali dalam satu tahun .

Kini setelah pemerintah mencanangkan program ketahanan pangan nasional justru produktivitas Petani padi khususnya pemanfaat Daerah Irigasi Balong menurun / hilang satu kali masa tanam .

Daerah Irigasi Balong bikin SENSASI ditengah kegalauan PETANI .

Hilangnya satu kali masa tanam disebabkan oleh faktor pergantian musim yang tidak menentu dan seiring dengan Usia Daerah Irigasi Balong yang sudah uzur .

Daerah Irigasi Balong kini sering menjadi bahan candaan sebagian masyarakat sekedar untuk mengurangi  rasa cemas, penat dan lelah ; ada yang berguman haruskan Daerah Irigasi Balong diruwat dan ganti nama, karena namanya saja Balong (asal ditambal bolong, ditambal bolong lagi) .

Juga tidak ada yang berani menampik bahwa menurunnya kesadaran semua pihak juga turut andil besar rusaknya Daerah Irigasi Balong (lihat gambar red*).

 

Gambar – gambar yang terlihat adalah hasil penelusuran awak media rajawalinusantaratv.id kemudian menemukan berbagai hal yang memperparah kerusakan Daerah Irigasi Balong antara lain :

 

1. Dari Hulu Irigasi sampai ke hilir sampah mengapung tiada henti disetiap harinya,

2. Sedimentasi / Walet yang semakin menebal akibatnya Irigasi mengalami penyempitan dan pendangkalan,

3. Semakin banyaknya pelaku  penyadapan air,

4. Banyaknya pintu air yang sudah tidak berfungsi dengan baik,

5. Adanya anggelan liar di Irigasi yang jauh dari kata Kesetiakawanan Sosial,

6. Terjadinya pemanfaatan tanggul saluran oleh sebagian masyarakat yang sawahnya di tepi Irigasi, tanpa mempedulikan aturan dan resiko jangka panjang,

7. Vakumnya GP3A, P3A bahkan kalaupun ada proses pembentukannya tidak melalui mekanisme atas dasar regulasi yang benar,

8. Kenapa dari point satu sampai ke tujuh bisa terjadi ?, diakui atau tidak, suka atau tidak suka, karena kurangnya monitoring dan lemahnya pengawasan serta tidak disosialisasikannya aturan yang berlaku .

Dari hasil penelusuran dan beberapa kali menyapa Warga Masyarakat Petani di setiap wilayah, mereka menyatakan bahwa :

“Pak nek kulo niku mung wong Tani supados saget mangan keluarga piye carane  dicukup – cukupne” ( Pak kalau saya itu hanya Petani, supaya bisa makan ya dicukup – cukupkan *red) .

Yen masalah Gotong Royong  kerja bakti resik – resik wangan asal wonten prentah kulo pitados Petani mboten badhe wangkal (kalau masalah gotong – Royong kerja bakti bersih – bersih irigasi saya percaya Petani tidak akan nolak *red).

 

Berbagai pengakuan Petani yang tidak mau dipoto maupun dividio menyatakan bahwa sudah lama memang tidak kerja bakti membersihkan Irigasi secara serentak dan berkesinambungan .

 

Artinya bisa disimpulkan bahwa ada kran yang mampet sehingga tumbuhan yang indah peninggalan Nenek Moyang yang bersemayam ROH GOTONG ROYONG tidak lagi terawat dan disiram oleh karena krannya mampet bahkan mungkin sudah rusak, maka sudah sewajarnya bila semakin layu dan akhirnya mati .

(dEn roNGgo Agus Sutanto )

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *