Wonogiri.RajawalinusantaraTV.id
— Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi menggelar Sarasehan Selapanan pada Jumat, 18 September 2026, bertempat di rumah Mbah Tari. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, namun tetap serius membahas berbagai agenda penting terkait pengelolaan kelompok tani, pertanian, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
Sarasehan dibuka oleh Ketua Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi, Agus Sutanto, yang menyampaikan informasi mengenai telah ditemukannya titik mata air untuk program IRPOM APBN 2026.
Agus mengajak seluruh anggota kelompok tani untuk bergotong royong pada Minggu, 20 September 2026, guna membuat jalan darurat dengan membedah galengan pada hamparan sawah. Jalan tersebut nantinya dipersiapkan sebagai akses kendaraan pengangkut material menuju lokasi.
Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan usulan dari Pengurus Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan, yakni Joko Haryono sebagai Ketua, Mukimanto sebagai Sekretaris, dan Giyarno sebagai Bendahara.
Selain membahas rencana pekerjaan di lapangan, sarasehan juga menghasilkan sejumlah keputusan penting, antara lain penentuan honorarium Pengurus Kelompok Tani, pemberian tali asih bagi pengelola pupuk dan alsintan, serta evaluasi administrasi kelompok.
Khusus bidang administrasi, anggota menekankan perlunya penertiban alur kas, terutama administrasi yang menjadi tanggung jawab bendahara kelompok tani agar pengelolaan keuangan semakin tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sarasehan juga menjadi momentum pemilihan Pengurus Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi yang masa baktinya telah berakhir. Proses pemilihan dilakukan secara demokratis dan menghasilkan susunan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029.
Susunan Pengurus Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi Masa Bakti 2026–2029:
Ketua: Agus Sutanto
Sekretaris: Joko Haryono
Bendahara: H. Dwi Prayitno
Seksi-seksi:
Bendahara Alsintan Ringan: Mino
Bendahara Alsintan Berat: Giyarno
Penanggung Jawab Gudang serta Keluar-Masuk Alsintan dan Pupuk: Suparwo
Dana Sosial: Suyanto
Dalam sarasehan tersebut, seluruh anggota juga sepakat mengajukan pinjaman kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebesar Rp20.000.000. Dana tersebut direncanakan untuk menambah modal pengadaan pupuk guna mendukung kebutuhan anggota kelompok tani.
Sementara itu, Slamet, selaku sesepuh Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi, menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan seluruh anggota. Semangat tersebut diwujudkan melalui prinsip “Sayuk Sayek Saeko Kapti”, serta semboyan “Rumangsa handarbeni, melu hangrungkepi, mulat hangrasa wani.”
Ketua terpilih, Agus Sutanto, menegaskan bahwa maju dan mundurnya Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan tugas bersama seluruh anggota.
Karena itu, seluruh anggota diharapkan proaktif dalam menyampaikan ide, masukan, saran, maupun kritik yang membangun demi kemajuan kelompok.
“Kelompok Tani merupakan sarana belajar, khususnya dalam bidang pertanian dan sosial kemasyarakatan,” tegas Agus.
Untuk agenda berikutnya, Sarasehan Selapanan disepakati akan dilaksanakan di rumah Bapak Mino, RT 01 Dusun Ronggojati. Dalam pertemuan tersebut, anggota juga sepakat melakukan pelunasan pupuk sekaligus pemesanan pupuk untuk menghadapi mongso labuh.
Kegiatan sarasehan ditutup dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, sebagai bagian dari upaya memperkuat soliditas Kelompok Tani Ngudi Sari Bumi dalam menghadapi kebutuhan pertanian dan kehidupan sosial masyarakat.
Redaksi(agus)
















