PURWOKERTO, Rajawali Nusantara TV.id
– Rangkaian Reuni Pangalum 67–69 SMA Negeri 1 Kudus memasuki hari kedua, Rabu, 16 September 2026. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan kembali mewarnai kegiatan para alumni yang digelar di Purwokerto.
Kegiatan diawali sekitar pukul 07.00 WIB dengan senam bersama di halaman Hotel Surya Yudha Purwokerto. Dengan dipandu instruktur Hartini, para alumni mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Irama Poco-Poco yang sudah tidak asing lagi di telinga membuat suasana pagi semakin meriah dan menghibur.
Usai senam, para alumni menikmati sarapan pagi dengan beragam menu yang telah disediakan, mulai dari nasi rames, bubur ayam, soto, buah-buahan, puding hingga aneka roti. Setelah sarapan, para peserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda perjalanan.
Tepat pukul 10.00 WIB, rombongan alumni kemudian menaiki bus wisata menuju kawasan wisata Baturraden. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi para alumni untuk menikmati panorama alam, udara sejuk pegunungan, sekaligus bercengkerama dan bernostalgia bersama.
Di Baturraden, para alumni juga menikmati kuliner khas Purwokerto, seperti pecel dan mendoan, yang semakin melengkapi suasana kebersamaan dalam rangkaian reuni tersebut.
Sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan meninggalkan Baturraden untuk melanjutkan perjalanan menuju Lembayung Resto guna menikmati santap siang bersama.
Setelah makan siang, para alumni kembali menuju Hotel Surya Yudha untuk mempersiapkan berbagai keperluan sebelum akhirnya kembali ke kota masing-masing.
Salah seorang peserta, Usri Utomo, mengungkapkan bahwa rangkaian reuni kali ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi seluruh alumni.
“Reuni saat ini sangat berkesan sekali dan cukup meriah karena dukungan dari rekan-rekan semua,” ungkap Usri Utomo.
Rangkaian Reuni Pangalum 67–69 SMA Negeri 1 Kudus di Purwokerto bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, mengenang kembali masa-masa sekolah, serta menjaga persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Jurnalis: Dewi Suharningsih
















