Bantah Keras Tuduhan Mafia Solar! Pemilik Truk Angkat Bicara: “Jangan Hakimi Tanpa Bukti”

banner 120x600

Bantah Keras Tuduhan Mafia Solar! Pemilik Truk Angkat Bicara: “Jangan Hakimi Tanpa Bukti”

Indramayu | RajawaliNusantaraTV.id

banner 325x300

Viralnya sebuah video dan foto di media sosial yang menuding adanya praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal kembali memantik perhatian publik. Sebuah truk tangki yang disebut-sebut terlibat dalam aktivitas mencurigakan di sejumlah wilayah, mulai dari SPBU Cileunyi, Rancaekek, Nagreg hingga kawasan Cicalengka, mendadak menjadi sasaran sorotan dan perbincangan warganet.

Beragam tudingan pun bermunculan. Bahkan, tanpa proses klarifikasi maupun pembuktian hukum, sejumlah akun media sosial langsung mengaitkan kendaraan tersebut dengan dugaan jaringan mafia solar bersubsidi.

Namun tudingan itu dibantah keras oleh Indra (45), pemilik sah sekaligus pengusaha ekspedisi asal Tangerang yang mengaku sangat dirugikan atas informasi yang beredar.

Menurut Indra, kendaraan yang menjadi bahan perbincangan publik tersebut bukanlah armada untuk mengangkut BBM ilegal sebagaimana yang dituduhkan, melainkan kendaraan operasional yang digunakan untuk usaha logistik dan ekspedisi.

> “Saya ingin meluruskan informasi yang berkembang. Truk ini adalah alat usaha yang saya gunakan untuk mencari nafkah secara halal. Tidak pernah digunakan untuk kegiatan penyelewengan BBM maupun aktivitas melanggar hukum lainnya,” tegas Indra saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas armadanya memiliki dokumen resmi, mulai dari surat jalan, manifest pengiriman hingga administrasi operasional yang dapat dipertanggungjawabkan apabila sewaktu-waktu diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Nama Haji Odong Ikut Terseret, Indra Beri Klarifikasi

Dalam narasi yang beredar di media sosial, muncul pula nama “Haji Odong” yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kendaraan tersebut. Isu ini semakin memperkeruh situasi dan memunculkan berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Indra menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan bisnis maupun kedekatan pribadi dengan sosok yang disebut dalam pemberitaan viral tersebut.

Menurutnya, nama Haji Odong hanya diketahui sebagai pemilik pertama kendaraan sebelum berpindah tangan beberapa kali.

> “Saya tidak mengenal beliau secara pribadi. Saya membeli kendaraan ini melalui perantara atau calo, bukan langsung dari pemilik pertama. Jadi sangat tidak tepat jika saya dikait-kaitkan dengan berbagai asumsi yang berkembang,” jelasnya.

 

Merasa Jadi Korban Penghakiman Media Sosial

Indra mengaku kecewa dengan maraknya fenomena “trial by social media” atau penghakiman publik tanpa proses verifikasi yang jelas.

Ia menilai banyak pihak terlalu cepat menyimpulkan sebuah peristiwa hanya berdasarkan potongan video maupun foto yang belum tentu menggambarkan fakta sebenarnya.

Akibat kabar yang beredar, ia mengaku mengalami kerugian moral maupun ekonomi. Beberapa pelanggan mulai mempertanyakan kredibilitas usahanya, bahkan ada yang menunda kerja sama hingga persoalan tersebut menjadi jelas.

> “Reputasi yang saya bangun bertahun-tahun bisa rusak hanya dalam hitungan jam karena informasi yang belum tentu benar. Ini sangat merugikan usaha dan nama baik saya,” ungkapnya.

 

Minta Aparat Bertindak Objektif

Indra menegaskan dirinya siap apabila aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun aktivitas usahanya.

Ia justru berharap adanya penyelidikan yang objektif dan transparan agar tidak ada lagi spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, apabila memang ditemukan pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan. Namun jika tidak terbukti, masyarakat juga harus menghormati asas praduga tak bersalah.

Kasus ini menjadi pelajaran penting di era digital bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak selalu menggambarkan fakta utuh. Tuduhan serius terkait dugaan penyalahgunaan subsidi negara seharusnya didasarkan pada bukti dan hasil investigasi yang sah, bukan sekadar asumsi atau opini yang berkembang di ruang maya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan kendaraan tersebut terlibat dalam praktik penyaluran BBM subsidi secara ilegal.

(Atim Sawano)
RajawaliNusantaraTV.id – Cepat, Akurat, dan Berimbang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *