Pemdes Parean Girang Gelar Tradisi Mapag Sri, Lestarikan Budaya Leluhur dan Wujud Syukur atas Hasil Panen
Indramayu, RajawalinusantaraTV.id
– Pemerintah Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi Mapag Sri dengan menghadirkan pertunjukan kesenian Wayang Kulit Langen Budaya yang dibawakan oleh dalang ternama, Haji Rusdi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya warisan leluhur sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang melimpah.
Tradisi Mapag Sri merupakan salah satu budaya masyarakat agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui kegiatan ini, masyarakat memanjatkan doa agar tanaman padi yang mereka budidayakan tumbuh subur, terhindar dari hama dan bencana, serta menghasilkan panen yang melimpah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
Kepala Desa Parean Girang, Tarsiman,SE.di sela-sela kegiatan menyampaikan rasa syukur karena masyarakatnya masih menjaga dan menghormati adat istiadat serta budaya peninggalan para leluhur.
“Alhamdulillah, masyarakat kami hingga saat ini masih menjunjung tinggi dan menghormati adat budaya warisan leluhur. Tradisi Mapag Sri bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya,” ujar Tasiman.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, para petani, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga kelestarian seni budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Dengan terselenggaranya tradisi Mapag Sri, Pemerintah Desa Parean Girang berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Indramayu.
Atim Sawano

















